Biosolar-Pertalite di Mojokerto Langka, Ini Penyebabnya

Biosolar-Pertalite di Mojokerto Langka, Ini Penyebabnya

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 25 Jun 2026 21:40 WIB
Solar habis pada salah satu SPBU di Mojokerto
Solar habis pada salah satu SPBU di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Kelangkaan Biosolar dan Pertalite terjadi di Mojokerto karena dua BBM bersubsidi ini cukup sulit ditemukan. Menurut para pengawas SPBU, kelangkaan terjadi karena terlambatnya pengiriman dari Pertamina Patra Niaga.

DetikJatim setidaknya memantau ketersediaan Biosolar dan Pertalite di 6 SPBU. Pertama, di SPBU Jambuwok, Trowulan, Mojokerto sekitar pukul 09.30 WIB, Pertalite maupun Biosolar benar-benar kosong. Nampak para pengendara sepeda motor dan mobil mengantre untuk mengisi Pertamax.

Pengawas SPBU Jambuwok, Heru Erwadi menuturkan, Biosolar habis sejak Rabu (24/6) sekitar pukul 09.00 WIB. Sedangkan Pertalite kosong sejak Selasa (23/6) sore. Baru hari ini pihaknya dijanjikan mendapatkan pasokan dari Pertamina masing-masing 8.000 liter Pertalite dan Biosolar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kendala tidak ada, memang kiriman agak telat. Hari ini kiriman dijadwalkan datang jam 11 siang," terangnya kepada detikJatim di lokasi, Kamis (25/6/2026).

Naiknya harga Pertamax menjadi Rp 16.250/Liter, lanjut Heru, turut memicu kelangkaan Pertalite. Sebab para konsumen banyak yang beralih dari BBM nonsubsidi ke subsidi. Terbukti dari penjualan Pertalite di pompa bensin ini yang melonjak, sedangkan penjualan Pertamax anjlok.

ADVERTISEMENT

"Sebelum harga Pertamax naik, 8 kiloliter (Pertalite) sehari tidak habis. Sejak kenaikan, habis, bahkan kurang. Karena konsumen pada beralih ke Pertalite. Pertamax penjualan biasanya rata-rata 700 liter per hari, turun menjadi 400-500 liter per hari," ungkapnya.

SPBU Gemekan di jalur arteri Mojokerto juga kehabisan stok Biosolar dan Pertalite sejak Rabu (24/6) sekitar pukul 22.00 WIB. Sampai pukul 10.15 WIB, pasokan dari Pertamina Patra Niaga tak kunjung tiba. Praktis pompa bensin ini nampak lengang tanpa seorang pun pembeli. Sebab mereka juga kehabisan stok BBM nonsubsidi.

"Hari ini rencana dikirim, sudah ada pemesanan masing-masing 8 kiloliter Pertalite dan Biosolar, belum keluar jam tibanya," ujar Pengawas SPBU Gemekan, Riyan.

Pantauan detikJatim di SPBU Jatipasar jalur Jombang-Mojokerto pukul 10.00 WIB, Biosolar sudah habis. BBM subsidi yang tersedia hanya Pertalite. Itu pun stoknya sudah menipis.

Sedangkan di SPBU Jatipasar jalur Mojokerto-Jombang pukul 09.40 WIB, Biosolar dan Pertalite masih tersedia. Antrean kendaraan konsumen pun mengular. Pengawas SPBU ini, Akbar menjelaskan, pihaknya sempat kehabisan stok Pertalite dan Biosolar pada Rabu (24/6) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Ada lagi sekitar jam 1 dini hari tadi, dapat kiriman Pertalite 16 kiloliter dan Biosolar 8 kiloliter. Kalau Pertamax dan Pertamina Dex masih kosong, belum dikirim," jelasnya.

Kelangkaan Biosolar di Mojokerto membuat stoknya di SPBU Jampirogo, Jalan Bypass Mojokerto ludes dalam waktu tak sampai 5 jam. Pengawas SPBU ini, Yudi mengatakan, kiriman 8.000 liter Biosolar tiba dari Pertamina Patra Niaga sekitar pukul 06.00 WIB.

Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, Biosolar di SPBU Jampirogo sudah ludes. Antrean truk yang sempat mengular pun mendadak bubar. Para sopir yang mengantre berjam-jam harus gigit jari. Praktis BBM subsidi yang tersedia hanya Pertalite

"Pertalite masih aman, solarnya sudah habis, menunggu kiriman. Pertalite kemarin siang habis, datang kiriman pagi tadi 8 kiloliter," terangnya.

Terakhir, pantauan detikJatim di SPBU Balongmojo, Jalan Bypass Mojokerto juga tak jauh berbeda. Antrean truk juga mengular untuk diisi Biosolar. Sedangkan Pertalite kosong sejak Rabu (24/6) sekitar pukul 21.00 WIB.

Pegawai SPBU Balongmojo, Saniman mengatakan, cepat habisnya stok Pertalite karena konsumen banyak yang beralih dari Pertamax. Karena harga Pertamax menjadi Rp 16.250/Liter. Terbukti penjualan Pertalite di SPBU naik rata-rata 1.000 liter per hari. Sedangkan Pertamax stabil rata-rata 400 liter per hari.

"Pertalite stok habis sejak kemarin malam. Sampai sekarang kiriman belum datang, rencana hari ini. Pertalite cepat habis karena Pertamax mahal, konsumen beralih ke Pertalite," tandasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads