Akses Jemplang Ditutup Imbas Kebakaran Bromo, Tarif Jip Terancam Naik

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 05 Agu 2026 18:45 WIB
Kebakaran di Bromo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Malang -

Kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengancam kantong para wisatawan. Tarif perjalanan wisata Bromo berpotensi melonjak hingga 20 persen apabila penutupan akses pintu masuk Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, berlangsung dalam jangka waktu lama.

Kenaikan harga tersebut dipicu oleh membengkaknya biaya operasional dan jarak tempuh. Seluruh rombongan wisata dari arah Malang maupun Lumajang terpaksa memutar jauh melewati pintu masuk di wilayah Kabupaten Probolinggo atau Pasuruan.

Pemilik jasa penyewaan jip wisata Bromo, Muhammad Nizar Aditya mengungkapkan, hingga saat ini patokan tarif trip sebenarnya masih berada di angka normal.

Namun, para pelaku usaha kini mulai mengalkulasi ulang biaya operasional jika akses Jemplang tidak kunjung dibuka.

"Sekarang belum ada kenaikan tarif trip. Tapi jika penutupan akses Jemplang berlangsung lama, memungkinkan tarif transport naik sekitar 10 hingga 20 persen," kata Nizar saat dihubungi, Rabu (5/8/2026).

Nizar menjelaskan, rute memutar otomatis menambah konsumsi bahan bakar dan jarak tempuh kendaraan. Jika penutupan berlarut-larut, penyesuaian dari tarif normal sebesar Rp 1,5 juta per trip untuk kapasitas lima orang tidak bisa dihindari.

"Karena harus muter, mau nggak mau ketika berangsur lama akan ada kenaikan tarif dari harga awal Rp 1,5 juta per trip untuk kapasitas lima orang," tambahnya.

Meski demikian, Nizar mengaku dampak penutupan jalur ini belum memicu gelombang pembatalan dari para calon wisatawan.

Sebagian besar pengunjung memilih untuk memaklumi situasi darurat tersebut dan sepakat mengalihkan rute perjalanan.

"Sejauh ini belum ada pembatalan. Mereka memaklumi kondisi yang terjadi dan bersedia menggunakan akses lain melalui Probolinggo atau Pasuruan," jelasnya.

Nizar bersama pelaku usaha lainnya kini terus berkoordinasi dengan para pelanggan yang sudah melakukan pemesanan jauh hari untuk mengatur ulang jadwal dan rute.

"Saat ini saya masih menyampaikan informasi ini secara bertahap kepada pelanggan yang sudah melakukan booking sekaligus mengatur ulang rute perjalanan sesuai jalur yang telah ditentukan oleh TNBTS," tuturnya.

Ia memperkirakan dampak ekonomi secara menyeluruh baru akan terlihat jelas dalam sepekan ke depan jika jalur utama Malang tak kunjung dibuka kembali.

"Untuk sementara ini belum terlihat dampaknya secara masif. Mungkin akan terlihat satu minggu ke depan," ujarnya.

Kebakaran hutan itu sendiri melahap kawasan Blok Bantengan sejak Senin (3/8/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Mengantisipasi bahaya bagi pengunjung serta mempermudah mobilitas tim pemadam, Balai Besar TNBTS mengambil langkah tegas menutup tiga pintu masuk sekaligus, yakni Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta jalur Senduro di Kabupaten Lumajang.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha menegaskan, penutupan jalur wisata diberlakukan demi keselamatan masyarakat dan kelancaran penanganan musibah tersebut.

"Penutupan diberlakukan sejak Senin tanggal 3 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan," tegas Rudijanta.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih berjibaku di lapangan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas ke area savana dan vegetasi lainnya.



Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB