Kebakaran melanda kaldera Gunung Bromo. Pelaku jip wisata Bromo terpaksa mengubah rute perjalanan karena pemberlakuan penutupan akses dari wilayah Malang dan Lumajang.
Penutupan akses wisata Gunung Bromo melalui Kabupaten Malang dan Lumajang resmi diterbitkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak malam kemarin.
Langkah itu untuk menjaga keselamatan wisatawan dan memudahkan penanganan kebakaran yang melanda Blok Bantengan dan Jantur di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Paguyuban Jip Tumpang, Kabupaten Malang, Wahyu Prasetyo mengatakan, perubahan rute perjalanan wisata Gunung Bromo sudah diberlakukan mulai hari ini.
Jika biasanya jip wisata Gunung Bromo menggunakan rute Tumpang-Jemplang kini diubah melalui wilayah Pasuruan.
"Jadi akses dari Tumpang ( Malang ) sementara off. Jalur kita sementara alihkan lewat Wonokitri, Pasuruan," ujar Wahyu Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).
Karena menempuh jarak yang lebih jauh, Prasetyo mengaku, jadwal keberangkatan wisatawan menuju Gunung Bromo terpaksa dimajukan.
Jika biasanya berangkat pukul 02.00 WIB, maka dengan perubahan rute melalui Wonokitri, Kabupaten Pasuruan wisatawan berangkat pada pukul 12.30 sampai dengan pukul 01.00 WIB.
"Biasanya jam 2 dini hari (berangkat), sekarang menjadi jam 12.30 - 01.00 dini hari," ungkapnya.
Wahyu membeberkan, rute perjalanan wisata menuju Gunung Bromo yang dialihkan melalui jalur Tumpang-Jabung-Nongkojajar, Tosari, Wonokitri hingga menuju Penanjakan.
"Dari biasanya memang agak jauh, karena melalui Pasuruan. Makanya jadwal keberangkatan dimajukan," bebernya.
Wahyu mengaku perubahan jadwal keberangkatan sekaligus rute perjalanan ini telah disampaikan kepada wisatawan yang akan berwisata ke Gunung Bromo.
Adanya perubahan juga dijelaskan, karena terjadinya kebakaran di wilayah Blok Bantengan dan Jantur.
"Sudah kami sampaikan kepada wistawan yang booking, jadwal keberangkatan lebih awal dan rute melalui Pasuruan," tegasnya.
Sementara pemilik jasa penyewaan jeep wisata Bromo Muhammad Nizar Aditya mengaku hingga kini belum ada wisatawan yang membatalkan perjalanan ke Bromo. Sebagian besar pelanggan memilih tetap melanjutkan agenda wisata dengan memanfaatkan jalur alternatif yang telah dibuka.
"Sejauh ini belum ada pembatalan. Mereka memaklumi kondisi yang terjadi dan bersedia menggunakan akses lain melalui Probolinggo atau Pasuruan," kata Nizar terpisah.
