Kebakaran di Blok Bantengan, Sebagian Akses Wisata Bromo Ditutup Sementara

Kebakaran di Blok Bantengan, Sebagian Akses Wisata Bromo Ditutup Sementara

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 04 Agu 2026 05:55 WIB
Kebakaran di Blok Bantengan Gunung Bromo
Kebakaran di Blok Bantengan Gunung Bromo. Foto: Dok Istimewa
Malang -

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi menutup sebagian kawasan wisata Gunung Bromo terhitung mulai malam ini. Kebijakan ini diambil menyusul terjadinya insiden kebakaran hutan di kawasan Blok Bantengan sekitar Senin (3/8), pukul 17.00 WIB.

Langkah penutupan sebagian akses ini ditujukan untuk mendukung kelancaran proses pemadaman api di lapangan sekaligus menjamin keselamatan serta keamanan para wisatawan yang berkunjung.

Berdasarkan pengumuman resmi Nomor: PG.17/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026, akses masuk kunjungan wisata Bromo melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula (Kabupaten Malang), serta pintu Senduro (Kabupaten Lumajang) ditutup total untuk umum. Penutupan ini berlaku sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penutupan diberlakukan sejak Senin tanggal 3 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan," ujar Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).

ADVERTISEMENT

Meski demikian, kawasan wisata Gunung Bromo tidak sepenuhnya ditutup. Wisatawan masih diperbolehkan masuk melalui pintu Cemoro Lawang (Kabupaten Probolinggo) dan pintu Wonokitri (Kabupaten Pasuruan).

Area yang diizinkan untuk dikunjungi terbatas pada Lautan Pasir, sementara area Savana dinyatakan tertutup rapat bagi pengunjung.

"Pengunjung dapat masuk ke dalam Kawasan Wisata Bromo melalui pintu Cemoro Lawang (Probolinggo) dan Wonokitri (Pasuruan) dengan batasan yang boleh dikunjungi adalah area Lautan Pasir, dan tidak diperkenankan berkunjung di area Savana," terang Rudijanta.

TNBTS juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku jasa wisata untuk bersinergi menjaga kawasan taman nasional dari potensi kebakaran lanjutan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata agar menjaga Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama," ujar Rudijanta.

TNBTS terus berkoordinasi dengan tim gabungan di lapangan guna melokalisir serta memadamkan titik api di Blok Bantengan agar aktivitas pariwisata dapat kembali berjalan normal secara menyeluruh.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads