Kebakaran Lereng Bromo Sulit Dipadamkan, Ini Kendala yang Harus Dihadapi

Kebakaran Lereng Bromo Sulit Dipadamkan, Ini Kendala yang Harus Dihadapi

M Rofiq - detikJatim
Rabu, 05 Agu 2026 15:51 WIB
Kebakaran di Bromo sulit dipadamkan.
Petugas kesulitan memadamkan kebakaran di Bromo. (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Kebakaran hutan di lereng Gunung Bromo yang melanda kawasan Blok Bantengan hingga Blok Watu Gede, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo masih terus berlangsung. Kondisi vegetasi yang kering serta embusan angin kencang membuat kobaran api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Komando Distrik Militer (Kodim) 0820 Probolinggo mengerahkan puluhan personel untuk membantu proses pemadaman bersama tim gabungan dari BPBD, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Perhutani, Polri, dan para relawan.

"Panas dan lahan yang kering, terutama ilalang yang jumlahnya cukup banyak, ditambah embusan angin membuat kobaran api sangat cepat membesar," kata Kasdim 0820 Probolinggo, Mayor Inf Aminuddin, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain lahan yang kering dan angin yang mempercepat api merembet, medan yang terjal membuat petugas tidak bisa menggunakan peralatan berat sehingga pemadaman dilakukan secara manual.

"Upaya yang kami lakukan adalah memadamkan api dengan peralatan seadanya seperti kepyok. Selain itu, kami membuat titik-titik penyekatan agar api tidak terus merembet ke wilayah yang lebih luas," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Mayor Aminuddin mengungkapkan hingga kini luas lahan yang terbakar masih terus didata. Namun berdasarkan perkiraan sementara, area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 15 hektare.

"Kalau untuk luasan pastinya masih dalam pendataan. Perkiraan sementara sekitar 50 hektare," tambahnya.

Untuk mempercepat penanganan, Kodim 0820 Probolinggo mengerahkan sekitar 80 personel TNI. Mereka bergabung dengan personel Polri, petugas Balai Besar TNBTS, BPBD, Perhutani, dan relawan yang sejak beberapa hari terakhir berjibaku memadamkan kobaran api.

"Dari TNI kami kerahkan sekitar 80 personel. Ditambah personel Polri, TNBTS, BPBD, Perhutani, dan relawan, semuanya bergerak bersama melakukan pemadaman," jelasnya.

Ia memastikan seluruh personel akan tetap bersiaga di lokasi hingga kebakaran benar-benar dapat dikendalikan.

"Untuk sampai kapan penanganan dilakukan, kami masih melihat perkembangan situasi di lapangan. Yang jelas, sebelum api benar-benar padam, seluruh personel akan tetap siaga membantu proses pemadaman," tegas Mayor Aminuddin.

Hingga Rabu siang, petugas gabungan masih melakukan pemadaman secara manual dengan memukul kobaran api menggunakan kepyok dan ranting pohon serta membuat sekat bakar di sejumlah titik.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah api terus meluas ke kawasan lain di lereng Gunung Bromo, termasuk area wisata Bukit Teletubbies dan Savana yang hingga kini masih dalam kondisi aman.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads