Round Up

Bermula dari Iring-iringan Jenazah, Terbitlah Jalan Menuju Surga di Malang

Auliyau Rohman - detikJatim
Minggu, 12 Jul 2026 09:00 WIB
Gang atau Jalan Menuju Surga di Kota Malang (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Nama 'Jalan Menuju Surga' di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sempat menyita perhatian publik karena terdengar unik. Namun di balik namanya, tersimpan kisah haru tentang gotong royong warga yang berawal dari kesulitan mengantar jenazah menuju tempat pemakaman.

Jalan sepanjang sekitar 600 meter itu berada di antara kawasan permukiman dan hamparan sawah. Kini jalan tersebut menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Jalan Terusan Batubara dengan Jalan Simpang Laksda Adi Sucipto.

Sebelum dibangun, akses tersebut hanyalah jalan setapak di area persawahan yang hanya bisa dilalui pejalan kaki. Kondisi itu menjadi persoalan setiap kali ada warga meninggal dunia.

Iring-iringan pengantar jenazah menuju pemakaman harus memutar jauh melewati Jalan Laksda Adi Sucipto. Perjalanan menjadi lebih lama dan menyulitkan keluarga yang tengah berduka.

Ketua Panitia Pembangunan Jalan, Asmuri (63), masih mengingat kondisi tersebut.

"Dulu kondisinya masih berupa jalan setapak ke sawah dan hanya bisa dilewati pejalan kaki. Ketika ada yang meninggal dunia dan menuju ke pemakaman, warga harus memutar hingga ke jalan raya yang jaraknya cukup jauh," ujar Asmuri kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).

Melihat persoalan yang terus berulang, warga kemudian berinisiatif membangun jalan secara swadaya pada 2016. Uniknya, modal pembangunan dikumpulkan melalui tradisi jimpitan beras.

Setiap kepala keluarga menyisihkan sebagian beras secara rutin. Beras yang terkumpul dijual, lalu hasilnya digunakan membeli tanah uruk dan material bangunan.

Semangat gotong royong juga ditunjukkan para pemilik sawah yang rela menyerahkan sebagian lahannya agar jalan dapat diperlebar.

Berkat kebersamaan itu, jalan akhirnya rampung pada 2018 dengan lebar bervariasi antara 1,2 hingga 2,5 meter sehingga dapat dilalui sepeda motor.

Tak hanya memudahkan ambulans dan iring-iringan jenazah, Jalan Menuju Surga kini berubah fungsi menjadi jalur alternatif yang ramai digunakan pengendara untuk menghindari kemacetan di Jalan Laksda Adi Sucipto pada jam sibuk.

Meski demikian, warga kini menghadapi tantangan baru. Jalan yang mereka bangun secara swadaya masih minim fasilitas, mulai dari kondisi jalan yang belum diaspal hingga penerangan yang masih diupayakan secara mandiri.

"Saya berharap ada perhatian dari Pemkot Malang, agar jalan tembus ini bisa permanen dengan cara diaspal dan irigasi persawahan di sekitar bisa ditata. Termasuk adanya pemasangan lampu penerangan yang memadai, karena selama ini kami yang menyediakan secara swadaya," lanjut Asmuri.




(auh/hil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork