Antrean pembelian BBM bersubsidi jenis solar di wilayah Kota Malang mengular. Kendaraan truk dan juga bus harus rela mengantre panjang demi mendapatkan bahan bakar.
Seperti yang terjadi di SPBU 54.651.04 Jalan Panji Suroso, Kota Malang, kendaraan dengan menggunakan mesin diesel mengantre panjang, Kamis (25/6/2026), pukul 12.00 WIB.
Bahkan antrean kendaraan didominasi truk serta bus hampir sepanjang 1 kilometer lebih. Antrean kendaraan untuk mengisi solar ini pun berdampak terhadap kepadatan arus lalu lintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khususnya, untuk arus lalu lintas dari Malang yang akan menuju Surabaya. Karena ekor antrean dari sisi selatan sudah mencapai Simpang Empat Jalan Laksda Adi Sucipto.
Ikhsan (48) salah satu sopir truk mengaku dirinya telah kesulitan untuk mendapatkan Bio Solar atau BBM bersubsidi. Padahal dirinya harus mengantar barang yang diminta sang majikan.
Informasinya adanya stok bio solar di SPBU Jalan Panji Suroso akhirnya membawa Ikhsan untuk turut mengantre.
"Cari di SPBU lain sudah tidak ada. Yang ada solar di sini," ujar Ikhsan ditemui detikJatim di lokasi, Kamis siang.
Ikhsan yang masih dalam antrean itu pun harus rela jika nantinya hanya dapat membeli bio solar sebesar Rp 200 ribu saja.
"Ini katanya hanya boleh beli Rp 200 ribu. Mana cukup, tapi gimana lagi, cari solar sulit sekarang," keluhnya.
Kekecewaan yang sama disampaikan Roni (50), sopir bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) yang ikut mengantre demi mendapatkan bio solar.
Roni mengaku, dirinya kesulitan mendapatkan bio solar. Jika stok ada, SPBU selalu menerapkan pembatasan untuk pembelian bio solar.
"Sudah tiga hari, sulit cari solar," keluhnya.
Roni harus memutar otak demi mendapatkan bio solar. Karena rute perjalanan bus yang dikemudikan cukup jauh yakni Banyuwangi-Trenggalek.
Dalam satu kali perjalanan saja, Roni mengaku harus membeli solar sebesar Rp 1,3 juta. "Kebutuhan satu perjalanan itu, dari Banyuwangi-Trenggalek," ungkapnya.
Roni berharap, suplai bahan bakar subsidi jenis solar dapat kembali normal. Sehingga para sopir mesin diesel tidak kebingungan dan pekerjaan mereka menjadi lancar.
"Semoga bisa lancar kembali suplainya. Itu saja harapan kami," tuturnya.
Sementara operator SPBU 54.651.04 Jalan Panji Suroso, Kota Malang, mengungkapkan bahwa pembatasan pembelian bio solar sebesar Rp 200 ribu terpaksa dilakukan, untuk menghindari antrean panjang kendaraan.
"Biar antrenya gak panjang, beli solar hanya Rp 200 ribu. Pagi tadi tidak ada pembatasan," ucap operator.
(auh/dpe)
