Niat Puasa Daud, Ini Tata Cara hingga Keutamaannya

Mira Rachmalia - detikJatim
Selasa, 09 Jun 2026 12:20 WIB
Ilustrasi buka puasa. Foto: Ahmed/Unsplash
Surabaya -

Ingin menjalankan salah satu puasa sunah yang disebut sebagai puasa paling dicintai Allah SWT? Puasa Daud bisa menjadi pilihan. Ibadah sunah ini dilakukan secara selang-seling, yakni sehari berpuasa dan sehari berbuka, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Daud AS.

Meski terlihat sederhana, masih banyak umat Islam yang belum memahami niat puasa Daud, tata cara pelaksanaannya, hingga hari-hari yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Sebelum mengamalkannya, penting memahami aturan dan keutamaannya agar ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan syariat.

Apa Itu Puasa Daud?

Puasa Daud adalah salah satu puasa sunah yang dikerjakan dengan pola sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa. Puasa ini termasuk ibadah sunah yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar dalam Islam.

Keistimewaan puasa Daud dijelaskan dalam sejumlah hadis. Bahkan Rasulullah SAW menyebut puasa ini sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT karena dilakukan secara seimbang dan konsisten.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari."

Karena berstatus sunah, orang yang mengerjakan puasa Daud akan mendapatkan pahala. Sementara itu, mereka yang tidak menjalankannya tidak berdosa.

Niat Puasa Daud

Seperti ibadah lainnya, puasa Daud diawali dengan niat. Dalam Islam, niat puasa Daud menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa.

Berbeda dengan puasa wajib yang harus diniatkan sebelum terbit fajar, niat puasa sunah seperti puasa Daud masih diperbolehkan setelah Subuh hingga sebelum waktu Zuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, atau hubungan suami istri.

Niat Puasa Daud pada Malam Hari

Niat ini dapat dibaca sejak malam hari setelah Magrib hingga sebelum terbit fajar. Berikut niat puasa Daud yang bisa dibaca malam hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma Daawuda sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya berniat puasa Daud sunah karena Allah Ta'ala.

Niat Puasa Daud Setelah Subuh

Jika seseorang baru berniat setelah waktu Subuh dan belum melakukan hal yang membatalkan puasa, maka dapat membaca niat berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ دَاوُدَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma haadzal yaumi 'an adaa'i sunnati Daawuda lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Daud pada hari ini karena Allah Ta'ala.

Tata Cara Menjalankan Puasa Daud

Secara umum, tata cara puasa Daud tidak berbeda jauh dengan puasa sunah lainnya. Yang membedakan adalah pola pelaksanaannya yang dilakukan secara bergantian.

Berpuasa Secara Selang-Seling

Ciri utama puasa Daud adalah dilakukan sehari puasa dan sehari berbuka. Contoh waktu selang-seling puasa Daud sebagai berikut.

  • Senin berpuasa
  • Selasa tidak berpuasa
  • Rabu berpuasa
  • Kamis tidak berpuasa
  • Jumat berpuasa
  • Dan seterusnya secara bergantian.

Membaca Niat

Niat sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Namun, karena termasuk puasa sunah, niat masih diperbolehkan pada pagi hari sebelum Zuhur selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Makan Sahur

Sahur merupakan sunah yang sangat dianjurkan dalam puasa. Selain menjadi sumber energi selama berpuasa, sahur juga mengandung keberkahan sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis. Meski demikian, jika seseorang terlambat bangun dan tidak sempat sahur, puasanya tetap sah.

Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, orang yang berpuasa wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Berbagai hal yang membatalkan adalah sebagai berikut.

  • Makan dan minum dengan sengaja
  • Hubungan suami istri
  • Perkara lain yang membatalkan puasa menurut syariat

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan menjaga kualitas puasanya dengan menghindari perbuatan maksiat seperti berdusta, menggunjing, memfitnah, dan perkataan buruk lainnya. Tujuan puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri serta meningkatkan ketakwaan.

Menyegerakan Berbuka

Puasa Daud diakhiri saat matahari terbenam atau masuk waktu Magrib, sama seperti puasa pada umumnya. Menyegerakan berbuka termasuk sunah Rasulullah SAW dan membantu tubuh mengembalikan energi setelah beraktivitas sepanjang hari.

Keutamaan dan Manfaat Puasa Daud

Selain menjadi amalan yang dicontohkan Nabi Daud AS, puasa ini juga dipercaya membawa berbagai manfaat bagi pelakunya, baik dalam meningkatkan kualitas ibadah maupun menjaga kesehatan tubuh. Berikut sejumlah keutamaan dan manfaat puasa Daud yang perlu diketahui.

1. Menjadi Puasa yang Paling Dicintai Allah SWT

Keutamaan terbesar puasa Daud adalah statusnya sebagai puasa sunah yang paling dicintai Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Hal ini menunjukkan tingginya nilai ibadah tersebut di sisi Allah.

2. Melatih Konsistensi dalam Beribadah

Karena dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, puasa Daud membantu membentuk kebiasaan disiplin serta menjaga konsistensi ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

3. Membantu Mengendalikan Hawa Nafsu

Puasa Daud mengajarkan seseorang untuk mengontrol keinginan, menjaga lisan, menahan emosi, dan menghindari berbagai perbuatan yang tidak diridai Allah SWT.

4. Memberikan Manfaat bagi Kesehatan

Dari sisi kesehatan, pola puasa selang-seling memiliki kemiripan dengan metode intermittent fasting yang banyak diteliti dalam dunia medis. Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan pola puasa ini antara lain sebagai berikut.

  • Membantu menjaga berat badan ideal
  • Mendukung metabolisme tubuh
  • Membantu mengontrol kadar gula darah
  • Menurunkan risiko beberapa penyakit kronis

Meski demikian, manfaat kesehatan dapat berbeda pada setiap orang tergantung kondisi tubuh dan pola hidup masing-masing. Jadi, manfaat ini tidak sepenuhnya sama satu orang dengan orang lain.

Kapan Puasa Daud Bisa Dilaksanakan?

Puasa Daud dapat dilakukan sepanjang tahun selama mengikuti pola sehari puasa dan sehari berbuka. Waktu puasanya dimulai sejak terbit fajar atau masuk waktu Subuh hingga terbenam matahari atau masuk waktu Magrib.

Karena sifatnya sunah, seseorang dapat memulai puasa Daud kapan saja sesuai kemampuan dan kondisi fisiknya. Meskipun dapat dilakukan hampir sepanjang tahun, ada beberapa hari yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa, yaitu berikut.

  • Bulan Ramadhan karena wajib menjalankan puasa Ramadhan
  • Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)
  • Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)
  • Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)
  • Yaum Asy-Syak atau hari yang diragukan menjelang Ramadhan

Beberapa ulama juga membahas hukum berpuasa pada paruh kedua bulan Sya'ban dengan ketentuan tertentu berdasarkan hadis yang ada. Karena itu, sebelum menjalankan puasa Daud secara rutin, penting memahami hari-hari yang dilarang agar ibadah tetap sesuai tuntunan syariat.

Puasa Daud merupakan salah satu puasa sunah dengan keutamaan yang sangat besar. Selain menjadi puasa yang paling dicintai Allah SWT, ibadah ini juga melatih konsistensi, pengendalian diri, serta memperkuat kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya.



Simak Video "3 Manfaat Lebih Puasa bagi Kesehatan Otak Penderita Stroke"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork