- Hadis tentang Keutamaan Puasa Arafah
- Kenapa Puasa Arafah Disebut Bisa Menghapus Dosa Dua Tahun?
- Siapa yang Dianjurkan Menjalankan Puasa Arafah?
- Bacaan Niat Puasa Arafah
- Keutamaan Puasa Arafah yang Jarang Diketahui 1. Hari Penuh Pengampunan dan Pembebasan dari Neraka 2. Amal Ibadah Dilipatgandakan
- Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Arafah 1. Memperbanyak Zikir dan Doa 2. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an 3. Salat Sunah (Duha, Rawatib, dan Tahajud) 4. Bersedekah dan Membantu Sesama 5. Menjaga Lisan dan Perilaku 6. Berdoa Saat Berbuka
Puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunah yang paling banyak dicari menjelang Idul Adha. Bukan cuma karena dilaksanakan setahun sekali, tetapi juga karena ada hadis Rasulullah SAW yang menyebut puasa ini bisa menjadi sebab dihapuskannya dosa dua tahun.
Yaitu dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang. Tidak heran kalau banyak umat Islam berusaha tidak melewatkan puasa Arafah meski hanya berlangsung satu hari.
Apalagi hari Arafah sendiri dikenal sebagai salah satu hari paling istimewa dalam Islam, bertepatan dengan momen wukuf jemaah haji di Padang Arafah, dan disebut sebagai waktu penuh ampunan serta keberkahan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadis tentang Keutamaan Puasa Arafah
Keutamaan puasa Arafah dijelaskan langsung dalam hadis sahih riwayat Muslim dari Abu Qatadah RA. Dalam riwayat tersebut, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai keutamaan berpuasa pada hari Arafah, lalu Rasulullah SAW menjawab bisa menghapus dosa dua tahun. Rasulullah SAW bersabda:
Ψ³ΩΨ¦ΩΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ο·Ί ΨΉΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΨ±ΩΩΩΨ©ΩΨ ΩΩΨ§ΩΩ: ΩΩΩΩΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΨ§ΨΆΩΩΩΨ©Ω ΩΩΨ§ΩΩΨ¨ΩΨ§ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ±ΩΩΩΨ§ΩΩ Ω ΩΨ³ΩΩΩΩ Ω
Artinya: Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, kemudian beliau menjawab, 'Puasa itu dapat menghapus dosa setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang,'. (HR Muslim)
Hadis tersebut menjadi dasar anjuran puasa sunah Arafah yang dikenal memiliki keutamaan besar bagi umat Islam, terutama bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Kenapa Puasa Arafah Disebut Bisa Menghapus Dosa Dua Tahun?
Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan tersebut berkaitan dengan kemuliaan hari Arafah yang termasuk bagian dari 10 hari pertama Dzulhijjah, yaitu hari-hari yang sangat dicintai Allah SWT.
Dilansir dari detikHikmah yang mengutip buku "Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa" karya Ali Amrin Al Qurawy, amal saleh yang dilakukan pada hari-hari awal Dzulhijjah memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa tidak ada amal saleh yang lebih dicintai Allah daripada amal yang dilakukan pada hari-hari tersebut. Oleh sebab itu, menjalankan puasa Arafah menjadi salah satu bentuk taqarrub (mendekatkan diri) yang amat dianjurkan untuk menuai pahala berlipat ganda.
Selain itu, Allah banyak mengampuni hamba-Nya pada hari tersebut. Maka, puasa Arafah menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus memohon ampunan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Meski begitu, para ulama umumnya menjelaskan bahwa penghapusan dosa dalam hadis tersebut merujuk pada dosa-dosa kecil. Sementara dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh.
Siapa yang Dianjurkan Menjalankan Puasa Arafah?
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Sementara bagi jemaah haji yang sedang menjalani wukuf di Arafah, mayoritas ulama berpendapat hukumnya makruh.
Se bab, apabila tetap berpuasa dikhawatirkan bisa mengurangi stamina saat menjalankan rangkaian ibadah haji.Ketentuan ini juga berdasarkan hadis dari Abu Hurairah RA yang menyebut Rasulullah SAW melarang puasa Arafah bagi orang yang sedang berada di Arafah.
"Bahwa Rasulullah SAW melarang puasa Arafah bagi orang yang berada di Arafah (sedang wukuf)," (HR Ahmad, Abu Daud, Nasa'i, dan Ibnu Majah).
Bacaan Niat Puasa Arafah
Niat menjadi salah satu syarat dalam menjalankan ibadah puasa, termasuk puasa sunah Arafah. Berikut bacaan niat puasa Arafah yang dibaca sebelum fajar bagi umat Islam yang ingin melaksanakannya.
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΨ±ΩΩΩΨ©Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma 'arafata sunnatal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Saya niat berpuasa sunnah hari Arafah karena Allah Ta'ala.
Keutamaan Puasa Arafah yang Jarang Diketahui
Puasa Arafah tidak hanya dikenal sebagai ibadah sunah yang dapat menghapus dosa dua tahun, tetapi juga memiliki sejumlah keutamaan lain yang dijelaskan dalam berbagai hadis. Karena itu, puasa ini menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam menjelang Idul Adha.
1. Hari Penuh Pengampunan dan Pembebasan dari Neraka
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari api neraka lebih banyak daripada hari Arafah," (HR Muslim).
Karena itu, hari Arafah sering disebut sebagai salah satu waktu terbaik untuk memperbanyak doa, istigfar, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
2. Amal Ibadah Dilipatgandakan
Hari Arafah termasuk dalam 10 hari pertama Dzulhijjah yang dikenal memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa tidak ada amal saleh yang lebih dicintai Allah dibanding amal yang dilakukan pada hari-hari tersebut.
Hal ini membuat banyak umat Islam memanfaatkan momen Arafah untuk memperbanyak puasa, zikir, sedekah, hingga membaca Al-Qur'an.
Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Arafah
Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah lain selama hari Arafah. Mengutip buku " Salah Kaprah! Shalat, Puasa, Sedekah, dan Doa Penyebab Ibadah Tertolak, Rezeki Seret, dan Hidup Ruwet" oleh Rizem Aizid, berikut ini amalan-amalan utama yang dianjurkan saat melaksanakan puasa sunah.
1. Memperbanyak Zikir dan Doa
Selama berpuasa, waktu kita sangat baik untuk memperbanyak zikir (mengingat Allah) dan istigfar (memohon ampun). Hati yang sedang bersih dan tubuh yang menahan hawa nafsu akan lebih mudah khusyuk dalam berdzikir.
Dalam hadis Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan: La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli sya-in qadir,"
Artinya: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya, miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian, dan Allah yang menguasai segala sesuatu. (HR Tirmidzi)
2. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Waktu puasa sangat baik untuk membaca dan merenungi ayat-ayat suci Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menenangkan hati dan memperkuat keimanan.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur'an, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh," (HR Tirmidzi).
Disarankan membaca Al-Qur'an setelah sholat fardu, saat menunggu waktu berbuka, atau di sepertiga malam menjelang sahur.
3. Salat Sunah (Duha, Rawatib, dan Tahajud)
Saat berpuasa, jangan lewatkan kesempatan untuk mengerjakan salat sunah. Beberapa salat sunah yang sangat dianjurkan saat puasa adalah salat Duha yang dapat dikerjakan di pagi hari, sekitar pukul 08.00 hingga sebelum Zuhur.
Juga salat sunah Rawatib, yakni salat sebelum dan sesudah salat fardu. Kemudian bisa juga mengerjakan salat Tahajud yang dilaksanakan di malam hari, utamanya sepertiga malam terakhir.
4. Bersedekah dan Membantu Sesama
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan saat puasa adalah bersedekah, baik dalam bentuk uang, makanan, tenaga, maupun bantuan lainnya. Sedekah saat puasa mendatangkan pahala besar.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala orang yang berpuasa itu." (HR Tirmidzi)
5. Menjaga Lisan dan Perilaku
Orang yang berpuasa tidak hanya dituntut menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga ucapan, sikap, dan pikiran. Hindari berkata kasar, ghibah, berdebat, atau emosi yang tidak perlu.
Rasulullah SAW bersabda: "Jika seseorang di antara kalian sedang berpuasa, maka hendaklah ia tidak berkata keji dan tidak bertengkar. Jika ada yang mencelanya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: 'Saya sedang berpuasa,'." (HR Bukhari dan Muslim)
6. Berdoa Saat Berbuka
Waktu berbuka adalah salah satu momen mustajab untuk berdoa. Doa orang yang sedang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, pada saat ia berbuka terdapat doa yang tidak ditolak." (HR Ibnu Majah)
(irb/hil)
