Tata Cara Puasa Arafah Beserta Niat Ibadah

Tata Cara Puasa Arafah Beserta Niat Ibadah

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Senin, 25 Mei 2026 18:30 WIB
Ilustrasi ibadah sebelum Idul Adha. Niat puasa Tarwiyah.
Ilustrasi ibadah sebelum Idul Adha. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Besok umat Islam kembali menyambut salah satu puasa sunah yang paling dinantikan menjelang Idul Adha, yaitu puasa Arafah. Tidak sedikit yang mendadak mulai cari bacaan niat, tata cara puasa, bahkan tak yakin apakah masih bisa ikut puasa Arafah meski tidak menjalankan puasa Tarwiyah sehari sebelumnya.

Wajar saja, puasa Arafah memang dikenal punya keutamaan besar. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebut puasa Arafah dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Simak penjelasan lengkapnya disini.

Apa Itu Puasa Arafah?

Puasa Arafah merupakan puasa sunah yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijah, tepat saat jemaah haji menjalani wukuf di Padang Arafah. Ibadah ini menjadi bagian dari amalan utama di 10 hari pertama bulan Zulhijah yang dikenal sebagai hari-hari mulia dalam Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum puasa Arafah, umat Islam juga mengenal puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada 8 Zulhijah. Keduanya sering dikerjakan berurutan menjelang hari raya Idul Adha.

Melansir detikHikmah yang mengutip dari buku "Pintar Agama Islam karya Abu Aunillah Al-Baijury", puasa pada 8 Zulhijah disebut puasa Tarwiyah, sedangkan puasa pada 9 Zulhijah dikenal sebagai puasa Arafah.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, puasa Arafah menjadi amalan yang paling banyak dicari karena keutamaannya yang sangat besar bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Bacaan Niat Puasa Arafah

Sebelum menjalankan puasa Arafah, umat Islam dianjurkan membaca niat pada malam hari sebelum terbit fajar. Berikut bacaan niat puasa Arafah.

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω عَرَفَةَ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati Arafah lillahi ta'Γ’lΓ’.

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.

Tata Cara Melaksanakan Puasa Arafah

Secara umum, tata cara puasa Arafah tidak berbeda jauh dengan puasa sunah lainnya. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar ibadah yang dijalankan tidak hanya menahan lapar dan haus saja. Berikut tata cara menjalankan puasa Arafah.

1. Melafalkan Niat Sebelum Fajar

Puasa sunah diawali dengan niat yang dilakukan sebelum waktu Subuh tiba. Niat dapat dibaca secara lisan maupun cukup di dalam hati. Namun, seperti puasa sunah lainnya, niat puasa Arafah boleh dilafalkan siang hari selama melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

2. Sahur Sebelum Imsak

Meski hukumnya sunah, sahur tetap dianjurkan karena menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan ibadah puasa lainnya. Selain itu, sahur juga membantu menjaga kondisi tubuh selama menjalankan puasa.

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, umat Islam menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa. Namun, esensi puasa bukan hanya menahan lapar dan haus. Umat Islam juga dianjurkan menjaga ucapan, pandangan, serta perilaku agar pahala puasa tidak sia-sia.

Rasulullah SAW bersabda: "Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan kehausan." (HR An-Nasa'i dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA)

4. Menyegerakan Berbuka Puasa

Saat azan Magrib berkumandang, umat Islam dianjurkan segera berbuka puasa dan tidak menunda-nunda. Segerakan berbuka dengan makan kurma atau yang manis-manis.

Bolehkah Hanya Puasa Arafah Tanpa Tarwiyah?

Dalam praktiknya, umat Islam tetap diperbolehkan menjalankan puasa Arafah meskipun tidak melaksanakan puasa Tarwiyah terlebih dahulu. Sebab, keduanya merupakan ibadah sunah yang berdiri sendiri dan tidak saling menjadi syarat.

Penjelasan tersebut juga disebut dalam buku "Ibadah-ibadah Paling Terhormat Bagi Pelaku Maksiat Agar Taubat Nasuha" karya Muhammad Nasrullah. Kebolehan ini karena keduanya merupakan ibadah sunah yang berdiri sendiri dan tidak saling menjadi syarat.

Anjuran melaksanakan puasa Arafah sendiri dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW: "Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, 'Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)

Dalam hadis yang lain, Rasulullah SAW bersabda: "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan puasa Arafah sebagai salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, khususnya bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Karena itu, seseorang tetap bisa mendapatkan keutamaan puasa Arafah meski hanya menjalankan puasa pada 9 Zulhijah.

Apakah Jemaah Haji Boleh Puasa Arafah?

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara bagi jemaah haji, terdapat ketentuan yang berbeda.

Mengacu pada kitab "Mughnii al-Muhtaaj Juz 2" yang dikutip dari detikHikmah, jemaah haji yang sedang berada di Arafah pada siang hari disunahkan untuk tidak berpuasa.

Bahkan, dalam beberapa pendapat, hukumnya dianggap makruh apabila puasa justru membuat kondisi fisik jemaah haji melemah saat menjalani rangkaian ibadah haji.

Hal ini karena jemaah haji membutuhkan stamina yang cukup untuk menjalani prosesi wukuf di Arafah, dan ibadah lainnya di tengah kondisi cuaca yang tidak ringan.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads