Bulan Muharram dikenal sebagai awal tahun baru Islam. Namun, keistimewaan Muharram tidak hanya soal pergantian kalender Hijriah. Dalam sejumlah hadis sahih, Rasulullah menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah, sebuah penyebutan yang menunjukkan kemuliaan bulan ini dibanding bulan-bulan lainnya.
Karena itulah umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah selama Muharram, salah satunya berpuasa. Bahkan, Rasulullah menyebut puasa Muharram sebagai puasa sunah terbaik setelah Ramadhan. Lantas, apa saja keutamaan puasa Muharram, dan mengapa ibadah ini begitu dianjurkan?
Mengapa Bulan Muharram Begitu Istimewa dalam Islam?
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan Allah SWT bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.
Dalam kitab Lathaiful Ma'arif, Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai Syahrullah atau "bulan Allah". Penyandaran nama bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keistimewaannya.
"Oleh karena bulan ini mempunyai nilai khusus lantaran disandarkan kepada Allah, sedangkan puasa adalah amal yang juga disandarkan kepada-Nya di antara amal-amal lainnya karena memang puasa itu adalah untuk Allah di antara amal-amal yang lain, maka sudah sepantasnya bulan yang disandarkan kepada Allah ini diistimewakan dengan amal yang juga disandarkan kepada Allah, yaitu puasa," kata Imam al-Hanbali.
Menurut Imam Ibnu Rajab, puasa juga merupakan ibadah yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Karena itu, bulan yang disandarkan kepada Allah sangat tepat diisi dengan ibadah yang juga memiliki kedudukan khusus, yaitu puasa.
Di antara hadis sahih menyebut Muharram adalah sebaik-baiknya bulan untuk berpuasa setelah Ramadhan. Ada juga hadis sahih yang menyatakan puasa pada 10 Muharram menghapuskan dosa setahun yang lalu.
Keutamaan Puasa 1 Muharram
Puasa 1 Muharram merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk menyambut datangnya tahun baru Islam. Ibadah sunah ini memiliki keutamaan karena dilaksanakan pada bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Selain menjadi momentum memperbanyak amal saleh di awal tahun Hijriah, puasa di bulan Muharram juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.
1. Disabdakan Nabi Sebagai Puasa Terbaik Setelah Ramadhan
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu ia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharram dan sebaik-baik salat setelah shalat fardhu adalah salat malam'." (HR Muslim)
Dalam Sunan Ibnu Majah,
٧٤٠- (صَحِيحٌ) حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو
عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِي، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ : ((أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ)). حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. .]إِبْنُ مَاجَهِ)) (١٧٤٢) م
Artinya: Dari Qutaibah, dari Abu Awanah, dari Abu Bisyr, dari Humaid bin Abdurrahman al-Himyari, dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa bulan Muharram."
Hadis riwayat Abu Hurairah adalah hadis hasan shahih. (Sunan Ibnu Majah, No 1742: Shahiih Muslim)
2. Pahala Setara 30 Hari dalam Satu Hari
Riwayat lain dari Ibnu Abbas RA menyebutkan bahwa setiap hari yang digunakan untuk berpuasa di bulan Muharram akan dibalas dengan pahala seperti puasa selama 30 hari. "Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Muharram, maka baginya pahala seperti puasa 30 hari." (HR At-Thabarani, sanad hasan)
Ini menunjukkan bahwa satu hari puasa di bulan ini, termasuk 1 Muharram, mengandung nilai spiritual dan pahala yang sangat besar. Hal ini tentu menjadi motivasi besar bagi siapa saja yang ingin mengawali tahun dengan ibadah yang mengangkat derajat keimanan.
3. Awali Tahun dengan Penghapus Dosa
Puasa di bulan Muharram juga erat kaitannya dengan puasa Asyura (10 Muharram) dan Tasu'a (9 Muharram), yang dikenal memiliki keutamaan menghapus dosa setahun sebelumnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)
Meski puasa Asyura punya keutamaan khusus, bukan berarti puasa di hari pertama Muharram kehilangan keutamaannya. Justru, dengan memulai puasa sejak 1 Muharram, muslim menunjukkan kesungguhan dalam menyambut bulan suci ini dan memperbanyak amal ibadah sejak awal.
4. Bulan Haram, Pahala Diperbesar
Muharram termasuk dalam empat bulan haram (AsyhurulHurum), yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Di bulan-bulan ini, segala bentuk ketaatan dilipatgandakan.
Begitu juga, perbuatan dosa akan diberi ganjaran lebih besar. Maka, berpuasa di 1 Muharram menjadi bentuk penghormatan terhadap waktu-waktu mulia yang telah ditentukan Allah SWT.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan ulama besar seperti Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki juga menyarankan muslim memperbanyak puasa di awal tahun sebagai bentuk niat baik membuka lembaran baru kehidupan.
Simak Video "Video: Euforia Piala Dunia 2026 di Kampung Nelayan Pasuruan"
(irb/hil)