Niat Puasa Muharram, Tasu'a dan Asyura Lengkap Arab Latin dan Artinya

Niat Puasa Muharram, Tasu'a dan Asyura Lengkap Arab Latin dan Artinya

Mira Rachmalia - detikJatim
Kamis, 18 Jun 2026 13:15 WIB
Ilustrasi puasa di bulan Muharram.
Ilustrasi puasa di bulan Muharram. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Memasuki bulan Muharram, banyak umat Islam mulai mencari informasi mengenai amalan-amalan yang dianjurkan untuk mengawali Tahun Baru Hijriah. Salah satu ibadah sunah yang paling sering dikerjakan adalah puasa Muharram, khususnya puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.

Menariknya, tidak sedikit muslim yang masih bingung mengenai bacaan niat puasa Muharram, apakah puasa Tasu'a dan Asyura harus dilakukan berurutan, serta apa saja keutamaan yang dijanjikan bagi orang yang mengerjakannya.

Berikut penjelasan lengkap mengenai niat, hukum, sejarah, hingga keutamaan puasa Muharram berdasarkan hadis sahih dan penjelasan para ulama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan mulia yang dimuliakan Allah SWT.

Karena kedudukannya yang istimewa, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh selama bulan Muharram, termasuk memperbanyak ibadah puasa sunnah. Anjuran tersebut didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:

Ψ£ΩŽΩΩ’ΨΆΩŽΩ„Ω Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω Ψ¨ΩŽΨΉΩ’Ψ―ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽΨ› Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩΨ­ΩŽΨ±Ω‘ΩŽΩ…ΩΨŒ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΩΩ’ΨΆΩŽΩ„Ω Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩŽΩ„ΩŽΨ§Ψ©Ω Ψ¨ΩŽΨΉΩ’Ψ―ΩŽ Ψ§Ω„Ω’ΩΩŽΨ±ΩΩŠΨΆΩŽΨ©ΩΨ› Ψ΅ΩŽΩ„ΩŽΨ§Ψ©Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩŠΩ’Ω„Ω

Artinya: Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram. (HR Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, Ad-Darimi, dan Ahmad)

Dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan keutamaan berpuasa sepanjang bulan Muharram, bukan hanya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura.

Dengan kata lain, seluruh hari di bulan Muharram merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak puasa sunnah, meskipun tanggal 9 dan 10 Muharram memiliki keistimewaan tersendiri.

Apa Itu Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura?

Di antara puasa sunnah yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Tasu'a dan Asyura. Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Puasa Asyura telah dikenal sejak masa Rasulullah SAW dan memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Sementara Puasa Tasu'a dianjurkan sebagai penyempurna puasa Asyura, sekaligus untuk membedakan tradisi puasa umat Islam dengan kebiasaan kaum Yahudi dan Nasrani yang juga mengagungkan hari Asyura.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Ibnu Abbas RA:

Ψ­ΩΩŠΩ†ΩŽ Ψ΅ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ…ΩŽ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ عَاشُورَاَؑ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΩ…ΩŽΨ±ΩŽ Ψ¨ΩΨ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…ΩΩ‡Ω Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩΩˆΨ§ يَا Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŒ ΨͺΩΨΉΩŽΨΈΩ‘ΩΩ…ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω’ΩŠΩŽΩ‡ΩΩˆΨ―Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ΅ΩŽΨ§Ψ±ΩŽΩ‰ ΩΩŽΩ‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ…ΩŽ فَΨ₯ِذَا ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΨ§Ω…Ω الْمُقْبِلُ Ψ₯ِنْ شَاَؑ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ΅ΩΩ…Ω’Ω†ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω’ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ§Ω„ΨͺΩ‘ΩŽΨ§Ψ³ΩΨΉΩŽ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ ΩΩŽΩ„ΩŽΩ…Ω’ ΩŠΩŽΨ£Ω’Ψͺِ Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΨ§Ω…Ω الْمُقْبِلُ حَΨͺΩ‘ΩŽΩ‰ ΨͺΩΩˆΩΩΩ‘ΩΩŠΩŽ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ…ΩŽ

Artinya: Saat Rasulullah SAW berpuasa pada hari 'Asyura`dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani". Maka, Rasulullah SAW bersabda, "Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharam)". Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, karena Rasulullah SAW wafat. (HR Muslim)

Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu', salah satu hikmah dianjurkannya puasa Tasu'a adalah agar umat Islam memiliki pembeda dengan tradisi ibadah agama lain.

Niat Puasa Tasu'a 9 Muharram

Bagi umat Islam yang hendak melaksanakan puasa Tasu'a, berikut bacaan niat yang dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa:

Arab:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„ΨͺΩ‘ΩŽΨ§Ψ³ΩΩˆΨΉΩŽΨ§Ψ‘Ω Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnatit Tasū'ā'i lillāhi ta'ālā.

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT.

Niat Puasa Asyura 10 Muharram

Sementara itu, niat Puasa Asyura adalah sebagai berikut.

Arab:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω عَاشُورَاَؑ Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnati 'Δ€syΕ«rā'a lillāhi ta'ālā.

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT.

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura Jika Baru Berniat di Siang Hari

Dalam puasa sunnah, seseorang diperbolehkan berniat pada pagi atau siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Lafal niat yang dapat dibaca adalah sebagai berikut.

Arab:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ω‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω’ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„ΨͺΩ‘ΩŽΨ§Ψ³ΩΩˆΨΉΩŽΨ§Ψ‘Ω Ψ£ΩŽΩˆΩ’ عَاشُورَاَؑ Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma hādzal yaumi 'an adā'i sunnatit TasΕ«'ā'i awil 'Δ€syΕ«rā'i lillāhi ta'ālā.

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

ΩˆΩŽΨ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω عَاشُورَاَؑ Ψ£ΩŽΨ­Ω’Ψͺَسِبُ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩΩƒΩŽΩΩ‘ΩΨ±ΩŽ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ†ΩŽΨ©ΩŽ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨͺِي Ω‚ΩŽΨ¨Ω’Ω„ΩŽΩ‡Ω

Artinya: Adapun puasa pada hari Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya. (HR Muslim No 1162)

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah penghapusan dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha agar memperoleh ampunan dari Allah SWT.

Keutamaan lainnya adalah besarnya perhatian Rasulullah SAW terhadap puasa ini. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Ibnu Abbas RA mengatakan:

ΨΉΩŽΩ†Ω’ ابْنِ ΨΉΩŽΨ¨Ω‘ΩŽΨ§Ψ³Ω رَآِيَ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ†Ω’Ω‡ΩΩ…ΩŽΨ§ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ω…ΩŽΨ§ Ψ±ΩŽΨ£ΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ¨ΩΩŠΩ‘ΩŽ Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ…ΩŽ يَΨͺΩŽΨ­ΩŽΨ±Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…ΩŽ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΩΩŽΨΆΩ‘ΩŽΩ„ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ΨΊΩŽΩŠΩ’Ψ±ΩΩ‡Ω Ψ₯ΩΩ„Ω‘ΩŽΨ§ Ω‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω’ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ عَاشُورَاَؑ ΩˆΩŽΩ‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ψ΄Ω‘ΩŽΩ‡Ω’Ψ±ΩŽ ΩŠΩŽΨΉΩ’Ω†ΩΩŠ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ

Artinya: Aku tidak pernah melihat Nabi SAW begitu bersungguh-sungguh berpuasa pada suatu hari yang beliau utamakan melebihi hari lainnya selain Hari Asyura dan bulan Ramadhan. (HR Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa Puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Niat menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan puasa Muharram, termasuk p uasa Tasu'a dan Asyura. Selain mengetahui bacaan niat yang benar, umat Islam juga perlu memahami keutamaan serta hikmah di balik ibadah sunnah tersebut agar dapat menjalankannya dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads