Memasuki bulan Muharram, banyak umat Islam mulai mencari informasi mengenai amalan-amalan yang dianjurkan untuk mengawali Tahun Baru Hijriah. Salah satu ibadah sunah yang paling sering dikerjakan adalah puasa Muharram, khususnya puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.
Menariknya, tidak sedikit muslim yang masih bingung mengenai bacaan niat puasa Muharram, apakah puasa Tasu'a dan Asyura harus dilakukan berurutan, serta apa saja keutamaan yang dijanjikan bagi orang yang mengerjakannya.
Berikut penjelasan lengkap mengenai niat, hukum, sejarah, hingga keutamaan puasa Muharram berdasarkan hadis sahih dan penjelasan para ulama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan mulia yang dimuliakan Allah SWT.
Karena kedudukannya yang istimewa, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh selama bulan Muharram, termasuk memperbanyak ibadah puasa sunnah. Anjuran tersebut didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:
Ψ£ΩΩΩΨΆΩΩΩ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ¨ΩΨΉΩΨ―Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩΨ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨΩΨ±ΩΩΩ ΩΨ ΩΩΨ£ΩΩΩΨΆΩΩΩ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩΨ§Ψ©Ω Ψ¨ΩΨΉΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ±ΩΩΨΆΩΨ©ΩΨ Ψ΅ΩΩΩΨ§Ψ©Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΩ
Artinya: Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram. (HR Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, Ad-Darimi, dan Ahmad)
Dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan keutamaan berpuasa sepanjang bulan Muharram, bukan hanya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura.
Dengan kata lain, seluruh hari di bulan Muharram merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak puasa sunnah, meskipun tanggal 9 dan 10 Muharram memiliki keistimewaan tersendiri.
Apa Itu Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura?
Di antara puasa sunnah yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Tasu'a dan Asyura. Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.
Puasa Asyura telah dikenal sejak masa Rasulullah SAW dan memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Sementara Puasa Tasu'a dianjurkan sebagai penyempurna puasa Asyura, sekaligus untuk membedakan tradisi puasa umat Islam dengan kebiasaan kaum Yahudi dan Nasrani yang juga mengagungkan hari Asyura.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Ibnu Abbas RA:
ΨΩΩΩΩ Ψ΅ΩΨ§Ω Ω Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΨ§Ψ΄ΩΩΨ±ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΨ£ΩΩ ΩΨ±Ω Ψ¨ΩΨ΅ΩΩΩΨ§Ω ΩΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΩΨ§ ΩΩΨ§ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΨΉΩΨΈΩΩΩ ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΨ―Ω ΩΩΨ§ΩΩΩΩΨ΅ΩΨ§Ψ±ΩΩ ΩΩΩΩΨ§ΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ₯ΩΨ°ΩΨ§ ΩΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ§Ω Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΩΩΨ¨ΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩ Ψ΄ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩ ΩΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΨͺΩΩΨ§Ψ³ΩΨΉΩ ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ£ΩΨͺΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ§Ω Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΩΩΨ¨ΩΩΩ ΨΩΨͺΩΩΩ ΨͺΩΩΩΩΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω
Artinya: Saat Rasulullah SAW berpuasa pada hari 'Asyura`dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani". Maka, Rasulullah SAW bersabda, "Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharam)". Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, karena Rasulullah SAW wafat. (HR Muslim)
Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu', salah satu hikmah dianjurkannya puasa Tasu'a adalah agar umat Islam memiliki pembeda dengan tradisi ibadah agama lain.
Niat Puasa Tasu'a 9 Muharram
Bagi umat Islam yang hendak melaksanakan puasa Tasu'a, berikut bacaan niat yang dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa:
Arab:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΨͺΩΩΨ§Ψ³ΩΩΨΉΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adΔ'i sunnatit TasΕ«'Δ'i lillΔhi ta'ΔlΔ.
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah SWT.
Niat Puasa Asyura 10 Muharram
Sementara itu, niat Puasa Asyura adalah sebagai berikut.
Arab:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΨΉΩΨ§Ψ΄ΩΩΨ±ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adΔ'i sunnati 'ΔsyΕ«rΔ'a lillΔhi ta'ΔlΔ.
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT.
Niat Puasa Tasu'a dan Asyura Jika Baru Berniat di Siang Hari
Dalam puasa sunnah, seseorang diperbolehkan berniat pada pagi atau siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Lafal niat yang dapat dibaca adalah sebagai berikut.
Arab:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ°ΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΨͺΩΩΨ§Ψ³ΩΩΨΉΩΨ§Ψ‘Ω Ψ£ΩΩΩ ΨΉΩΨ§Ψ΄ΩΩΨ±ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma hΔdzal yaumi 'an adΔ'i sunnatit TasΕ«'Δ'i awil 'ΔsyΕ«rΔ'i lillΔhi ta'ΔlΔ.
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.
Keutamaan Puasa Asyura
Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda:
ΩΩΨ΅ΩΩΩΨ§Ω Ω ΩΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΨ§Ψ΄ΩΩΨ±ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ£ΩΨΩΨͺΩΨ³ΩΨ¨Ω ΨΉΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΩΩΨͺΩΩ ΩΩΨ¨ΩΩΩΩΩ
Artinya: Adapun puasa pada hari Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya. (HR Muslim No 1162)
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah penghapusan dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha agar memperoleh ampunan dari Allah SWT.
Keutamaan lainnya adalah besarnya perhatian Rasulullah SAW terhadap puasa ini. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Ibnu Abbas RA mengatakan:
ΨΉΩΩΩ Ψ§Ψ¨ΩΩΩ ΨΉΩΨ¨ΩΩΨ§Ψ³Ω Ψ±ΩΨΆΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩ ΩΨ§ ΩΩΨ§ΩΩ Ω ΩΨ§ Ψ±ΩΨ£ΩΩΩΨͺΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨͺΩΨΩΨ±ΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΨ§Ω Ω ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨΆΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩ ΨΊΩΩΩΨ±ΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΨ°ΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΨ§Ψ΄ΩΩΨ±ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΩΩΨ°ΩΨ§ Ψ§ΩΨ΄ΩΩΩΩΨ±Ω ΩΩΨΉΩΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ
Artinya: Aku tidak pernah melihat Nabi SAW begitu bersungguh-sungguh berpuasa pada suatu hari yang beliau utamakan melebihi hari lainnya selain Hari Asyura dan bulan Ramadhan. (HR Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa Puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Niat menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan puasa Muharram, termasuk p uasa Tasu'a dan Asyura. Selain mengetahui bacaan niat yang benar, umat Islam juga perlu memahami keutamaan serta hikmah di balik ibadah sunnah tersebut agar dapat menjalankannya dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran.
(irb/hil)
