Tampang Pembeli yang Maki Kasir di Pare Kediri hingga Dipecat Toko

Tampang Pembeli yang Maki Kasir di Pare Kediri hingga Dipecat Toko

Andhika Dwi - detikJatim
Rabu, 29 Jul 2026 21:30 WIB
Tampang Wati, pembeli yang viral memaki habis kasir hingga dipecat Toko Al Amin di Pare Kediri gegara salah input
Tampang Wati, pembeli yang viral memaki habis kasir hingga dipecat Toko Al Amin di Pare Kediri gegara salah input (Foto: Dok. Istimewa)
Kediri -

Kasir Toko Al Amin di Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri bernama Putri jadi sasaran makian pembeli bernama Wati. Penyebabnya hanya karena salah input barang belanja kacang seharga Rp 54 ribu.

Video makian berdurasi hampir 1 menit itu kemudian diunggah Wati di media sosialnya dan viral. Insiden tersebut diketahui terjadi pada Minggu, (27/7) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam video lanjutan, ternyata pemilik Toko Al Amin bersama Putri mendatangi rumah Wati. Di sana Putri menyatakan permintaan maafnya kepada Wati dan mengakui telah berhenti bekerja sebagai kasir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, Wati juga mengakui telah menerima maaf. Meski demikian, dengan enteng Wati menyebut aksinya aksi spontan. Padahal ulahnya itu telah membuat Putri dipecat.

ADVERTISEMENT

"Dengan datangnya dari pihak Al Amin Pak Mat kulo nggeh matur suwun sanget jenengan sampun mriki, untuk meluruskan bertanggung jawab dalam kejadian ini. Kulo nggeh sebangai manusia umume kulo nggeh ngapuntene karo mbak Putri nggeh dalam segi perkataan dan tindakan kulo sadar penuh nek kulo sudah ngawur. (Dengan datangnya dari pihak Al Amin Pak Mat ya terima kasih sangat kalian sudah kemari untuk meluruskan, bertanggung jawab dalam kejadian ini. Saya ya sebagai manusia umumnya saya ya mohon maaf sama Mbak Putri ya dalam segi perkataan dan tindakan saya sadar penuh ngawur)," demikian kata Wati dalam video klarifikasinya yang dilihat detikJatim.

Meski sudah minta maaf, tak ada rasa penyesalan sedikit pun dari raut muka Wati. Ia malah meminta netizen agar tak membesarkan masalah yang sudah terjadi dan tertawa lebar.

"Kulo ngapuntene sing katah, niku spontan nggeh mbak. Niku dari awal kulo kepancing emosi niku pun enten ceritane nggah. Mboten kulo bahas ten mriki. Ngoten mawon. nggeh niki pun clear masalahe. Netizen wis gak usah ribut-ribut Aku wis nyepurani Mbak Putri, aku wis berdamai karo Mbak Putri. Dari Pak Ahmad sebagai owner Al Amin juga sudah ke sini meminta maaf yowis. Wis gak usah ramai. Aku yo njaluk sepurane wis gawe heboh wong sak dunyo yo pancen ngunu kui wong spontan emosi dan berkali kali diuji kesabarane hahaha... (Saya minta maaf yang banyak, itu spontan ya mbak. Itu dari awal saya kepancing emosi itu pun ada ceritanya ya. Tidak usah saya bahas di sini. Gitu aja. Ya sekarang sudah selesai masalahnya. Netizen sudah gak usah ribut-ribut. Aku sudah memaafkan Mbak Putri, aku sudah berdamai sama Mbak Putri. Dari Pak Ahmad sebagai owner Al Amin juga sudah ke sini meminta maaf ya sudah. Wis gak usah ramai. Aku minta maaf sudah bikin heboh orang sedunia ya memang gitu orang spontan emosi dan berkali-kali diuji kesabarannya)," ujar Wati dalam video.

Tampang Wati, pembeli yang viral memaki habis kasir hingga dipecat Toko Al Amin di Pare Kediri gegara salah inputTampang Wati, pembeli yang viral memaki habis kasir hingga dipecat Toko Al Amin di Pare Kediri gegara salah input Foto: Dok. Istimewa

Meski telah mengakui salah, Putri ternyata tidak dibela oleh pihak Toko Al Amin. Sebaliknya ia malah dipecat setelah kejadian viral itu. "Iya Putri dikeluarkan (dipecat dari Toko Al Amin) usai kejadian Minggu itu," kata narasumber yang enggan disebutkan identitasnya itu kepada detikJatim, Rabu (29/7/2026).

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan seorang kasir sebuah toko dimaki habis-habisan pembeli emak-emak perempuan gegara salah input barang belanja viral di media sosial. Dalam keterangan video disebutkan kejadian tersebut diketahui terjadi di Pare Kediri.

Dalam sebuah video yang beredar, tampak sang kasir dimarahin habis-habisan nyaris 1.20 menit oleh pelanggan karena slah input kacang seharga Rp 54 ribu. Sementara sang kasir perempuan hanya terdiam tak berdaya atau diberi kesempatan untuk menjelaskan.

"Aku ndek kene tuku. Iki Loh genah, aku ndek kene ra njukuk kacang loh. Batinku kok entek e akeh jajan 2 ribuan loh mas. Rp 54 ribu iki opo, padune koncomu maling toh iki. Ra enek kacang iki loh bantinku tak gowo mrene aku rung teko omah iki mau. (Aku di sini beli. Ini benar, aku di sini tidak ambil kacang loh. Perasaan kok habis banyak padahal jajan Rp 2 ribuan loh mas. Rp 54 ribu ini apa, mungkin temanmu ini maling. Tidak ada kacang ini loh perasaan tak bawa ke sini ini tadi)," demikian suara pembeli perempuan tersebut sambil merekam.

Tak hanya memaki dan mencaci habis, kasir perempuan itu juga dituduh maling hingga dilempar keranjang belajaan toko. Beruntung, rekan pria kasir bisa menahan keranjang dan melerai aksi tersebut. Sang kasir pun hanya pasrah tanpa bisa melakukan pembelaan atau perlawanan.

"Awakmu ndek kene mbabu loh nduk. Tak baleni pisan engkas, raimu loh pasangen sing apik, dadi ben penak disawang wong. Gak omong wong tuek madepo raimu. Wong tuku rene gowo duit ra ngemis. Lak tak prek cangkemu tenan. (Kamu di sini pembantu loh, mbak. Tak ulangi lagi, wajahmu pasang dengan baik, jadi biar enak dipandang orang. Kalu omong sama orang tua hadapkan wajahmu. Orang beli ke sini bawa duit bukan ngemis. Saya pukul nanti mulutmu beneran)," kata pembeli.

"Ojo kok reken raimu kemayu ra enek karo raimu nduk. Balenono pisan engkas kowe, lek gak kocomotomu, raimu tak guwak isok. Iki padune ate nyolong. Wong karuan ora njukuk kacang kok diinput kacang. Ora masalah aku nek kowe njaluk, njaluk o nduk. Ora ngunu caramu. (Jangan kok karena merasa cantik lalu gak ada yang berani sama kamu. Ulangi lagi kamu, jangankan kacamatamu, wajah tak pukul bisa. Ini aslinya mau mencuri. Orang gak ambil kacang kok diinput kacang. Tidak masalah aku kalau kamu minta mbak, bukan gitu caranya)," cetus pembeli lagi.

"Ngunu kui dijelasno mas, sepurane mbak. Kowe krungu koncomu njaluk sepuro aku. Ora krungu toh, yo gathel (sambil lempar keranjang). Kowe njaluk sepuro opo ora? (Gitu itu dijelaskan mas, maaf mbak. Kamu dengar temanmu minta maaf ke aku. Gak dengar toh, ya brengsek)," hardik pembeli itu ke kasir lagi.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads