20 Tahun Lumpur Lapindo

Kenangan Warga Saat Ledakan Pipa Gas Sebabkan Semburan Api

Suparno - detikJatim
Kamis, 28 Mei 2026 16:15 WIB
Tragedi lumpur lapindo menyisakan pilar jalan layang yang disebut tol buntung (Foto: Suparno Nodhor/ detikjatim)
Sidoarjo -

Tragedi lumpur Lapindo juga menyisakan kenangan mengerikan dari ledakan pipa gas yang berlangsung pada 22 November 2006. Peristiwa tersebut hingga kini masih membekas di ingatan warga Kelurahan Siring. Ledakan pipa gas yang berada di bawah tanggul penahan lumpur itu terjadi sekitar pukul 19.10 WIB. Saat itu, penurunan permukaan tanah atau land subsidence diduga memicu pergeseran hingga kebocoran pipa gas milik Pertamina di KM 38 ruas Tol Porong.

Kebocoran gas kemudian memicu ledakan besar disertai kobaran api yang membumbung tinggi hingga ratusan meter. Ledakan tersebut menewaskan sejumlah orang termasuk petugas Jasa Marga dan membuat tanggul penahan lumpur jebol. Akibatnya, lumpur panas meluber hingga menutup ruas Tol Gempol-Surabaya sekitar KM 37 sampai KM 41. Sejak saat itu ruas tol tersebut ditutup total dan tidak pernah difungsikan kembali.

Kini yang tersisa hanya dua pilar penyangga jalan tol yang berdiri di tengah Jalan Raya Porong lama. Warga sekitar menjulukinya sebagai "Tol Buntung".

Salah satu warga Kelurahan Siring, Hariani (50), mengaku masih mengingat jelas suasana mencekam saat ledakan besar itu terjadi.

"Waktu itu malam hari sekitar habis Magrib. Tiba-tiba ada ledakan besar, apinya membumbung tinggi sekali. Warga langsung berlarian menyelamatkan diri," kata Hariani kepada detikJatim, Selasa (26/5/2026).

Menurut Hariani, bukan hanya warga sekitar yang panik. Para pengendara yang melintas di Jalan Raya Porong lama juga spontan meninggalkan kendaraannya karena takut kobaran api semakin membesar.

"Semua orang lari. Kendaraan ditinggal begitu saja. Suasananya benar-benar ngeri," ujarnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, suasana Porong disebut berubah mencekam. Asap pekat menyelimuti kawasan sekitar semburan lumpur hingga membuat langit tampak gelap.

"Setelah api padam, Kota Porong gelap karena asap. Besoknya jalan tol sudah penuh lumpur panas," tambahnya.

Hariani mengatakan, dua pilar jalan tol yang kini masih berdiri juga terlihat mulai miring. Ia menduga kondisi itu dipengaruhi penurunan tanah yang masih terjadi di sekitar area tanggul lumpur.

"Kalau dilihat sekarang pilarnya sudah agak miring. Tanah di sekitar sini juga seperti turun," ungkapnya.

Tak hanya itu, kondisi Jalan Raya Porong lama saat ini juga mengalami banyak kerusakan. Aspal jalan tampak retak memanjang dan bergelombang sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas.

"Jalannya sekarang banyak pecah-pecah dan bergelombang. Kalau dilewati kendaraan terasa sekali," pungkasnya.



Simak Video "Video Banjir Rob Rendam 4 Desa di Pesisir Sedati Sidoarjo"

(ihc/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork