Kenaikan nilai tukar dolar disebut berpotensi memukul daya beli masyarakat hingga berdampak pada penghasilan driver ojek online (ojol). Driver ojol di Jawa Timur menilai dampak paling terasa akan terjadi jika kenaikan dolar memicu naiknya harga BBM dan penghapusan subsidi.
Ketua Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jatim Tito Ahmad menilai, secara tak langsung akan berpengaruh. Sebab, akan mempengaruhi daya beli masyarakat.
"Secara tidak langsung mungkin berpengaruh karena mungkin daya beli masyarakat dan lain-lain. Tapi akan sangat berpengaruh ketika BBM kita, kami, akan berubah atau dihapus subsidinya. Itu akan sangat berpengaruh," kata Tito kepada detikJatim saat ditemui di Frontage Ahmad Yani Surabaya, Rabu (20/5/2026).
Tito menjelaskan dengan meningkatnya harga dolar, maka harga BBM akan ikut naik. Otomatis, lanjut dia, akan mempersulit masyarakat, termasuk para driver ojol.
"Kalau dolar tidak berpengaruh, BBM tidak ada masalah. Tapi kalau berpengaruh dengan BBM, akan berurusan kami juga akan terkena imbasnya," ujarnya.
Maka dari itu, bila dolar naik dan mempengaruhi harga BBM, Tito memastikan para driver ojol akan kembali turun menggelar aksi serupa. Bahkan, dengan jumlah yang lebih besar dan menyampaikan sejumlah hal terkait keresahan masyarakat.
"Kita akan-mungkin akan turun ke jalan besar-besaran lagi," tuturnya.
Simak Video "Video: Dolar Bergejolak, Harus Bagaimana?"
(auh/hil)