Momen Lebaran identik dengan aneka hidangan bersantan, berlemak, hingga makanan manis yang menggugah selera. Tak heran, banyak yang khawatir berat badan naik setelah hari raya karena pola makan yang berubah.
Memasuki pekan ketiga Ramadan, Ahli Gizi dari Ottimmo International Surabaya, Dr. Heni Adhianata membeberkan sejumlah tips agar saat Lebaran nanti berat badan tetap terjaga.
"Apalagi setelah satu bulan puasa kemudian lebaran kita ada agenda unjung-unjung ke sanak saudara. Enggak bisa dipungkiri kalau porsi makan kita pasti akan lebih banyak dan juga kualitas makanan kita biasanya santan, lemak, yang lazim disajikan ketika Lebaran," ujar Heni saat dihubungi detikJatim, Minggu (8/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Heni menekankan masyarakat tetap perlu memperhatikan batas asupan kalori harian agar berat badan tetap terjaga.
"Jadi kalau orang dewasa itu bisa sampai 2.200 kilokalori per hari. Jadi ya itu yang kita jadikan sebagai patokan. Berarti satu kali makan ya kalorinya itu 2.200 dibagi 3," jelasnya.
Ia menyarankan masyarakat menyesuaikan porsi jika ingin mencicipi hidangan di banyak tempat saat berkunjung ke rumah kerabat.
"Mungkin awalnya dalam porsi besar, supaya kita juga di beberapa tempat bisa ikut menghargai ikut makan, berarti porsinya yang harus kita perkecil karena jumlah kalori harian kita akan tetap," bebernya.
Selain porsi, jenis makanan juga perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti kolesterol tinggi, hipertensi, gula darah tinggi, atau asam urat.
"Apakah di situ misalnya ada santan, ada kacang, ada jeroan dan yang lain-lain itu yang harus kita batasi sesuai dengan kondisi kesehatan kita. Apakah kita aman makan jeroan yang terlalu banyak atau kita aman makan seafood yang terlalu banyak seperti itu," ujarnya.
Heni menjelaskan, kelebihan asupan kalori yang tidak diimbangi aktivitas fisik dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh.
"Yang awalnya mungkin satu hari kita hanya butuh 2.200 tapi asupan kita sampai 3.000. Nah 800-nya nanti ini kan akan disimpan dalam bentuk lemak. Kalau aktivitas fisiknya kurang ya lemak ini akan menumpuk yang ketika lama-kelamaan akan berpengaruh," jelasnya.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak mengatur porsi dan memilih jenis makanan selama Lebaran.
"Jadi yang bisa mengendalikan memang kita sendiri. Anjuran yang kita berikan adalah lihat jenis makanannya sama batasi porsinya," pungkasnya.
