Ahli Gizi Beber Cara Puasa Sehat Agar Tetap Bugar

Ahli Gizi Beber Cara Puasa Sehat Agar Tetap Bugar

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 07:00 WIB
ilustrasi puasa
Ilustrasi puasa (Foto: Freepik)
Surabaya -

Anggapan puasa bikin tubuh lemas, tak perlu sahur, hingga tak boleh olahraga masih kerap terdengar setiap Ramadan. Ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga menegaskan, anggapan tersebut keliru dan muncul akibat pemahaman yang belum tepat soal cara berpuasa.

Dr Ir Annis Catur MS mengatakan, puasa justru memberi manfaat kesehatan jika dijalankan dengan benar. Menurutnya, kondisi tubuh yang terasa tidak bugar selama puasa biasanya menandakan pola atau cara berpuasa yang belum sesuai.

"Makanya harus dipahami betul bahwa puasanya harus benar, bukan cuma ingin puasa. Yang pertama kan niatnya, yang kedua cara berpuasanya. Memang puasa merupakan parsial fasting istilahnya," jelas Annis Catur kepada detikJatim pada Minggu (22/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puasa dilakukan dengan membatasi waktu makan dan minum menjadi dua kali, yakni saat sahur dan berbuka. Di Indonesia, durasi puasa rata-rata berlangsung sekitar 13-14 jam, sehingga terdapat jeda panjang tanpa asupan makanan di siang hari dibandingkan pola makan sehari-hari.

Jeda tersebut memberi kesempatan tubuh untuk beristirahat dari proses pencernaan dan memanfaatkan cadangan energi, termasuk melakukan regenerasi sel. Karena itu, puasa dapat memberikan manfaat kesehatan jika dijalankan dengan cara yang tepat.

ADVERTISEMENT

Annis Catur juga membagikan tips makanan dan minuman saat sahur agar tubuh tetap tetap bertenaga dan terhidrasi selama berpuasa.

"Nah, makannya sahur itu sedapat mungkin diakhirkan yaitu menjelang 15-30 menit sebelum imsak. Jadi jangan sahur awal, misalnya jam 10 malam, terlalu jauh. Sehingga itu akan menambah jam kosong aktivitas pencernaan," ujarnya.

Untuk makanan, pilih yang berserat dan berprotein tinggi karena akan mengalami proses pencernaan yang lambat sehingga rasa kenyang lebih lama. Sebaliknya, makanan manis sebaiknya dihindari karena dapat memicu lonjakan insulin yang membuat tubuh lebih cepat merasa lapar.

"Kemudian, juga pada saat sahur, hindari minuman-minuman yang juga mendorong dehidrasi seperti kopi dan teh. Dehidrasi itu pengeluaran cairan tubuh, ya. Sehingga akan cepat haus," tambahnya.

Selama bulan puasa, Annis Catur juga menganjurkan untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih sesuai takaran, yakni sekitar dua liter atau delapan gelas per hari yang dapat diminum secara bertahap

"Jadi sebelum tidur minum segelas. Kemudian, pas sahur, segelas. Nanti sebelum selesai satu gelas, nanti sudah tiga, ya. Baru pada saat buka satu gelas, Terus nanti mau tarawih satu gelas, Kemudian setelah tarawih dua atau tiga, ya sudah delapan," pungkasnya.




(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads