Perilaku seksual menyimpang menjadi faktor utama banyaknya kasus HIV/AIDS di Kota Malang. Sepanjang tahun 2025 ditemukan ada 300 kasus HIV/AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menyatakan, temuan 300 kasus merupakan bagian dari total 6 ribu orang yang pernah menjalani pengobatan.
Ini terhitung Dinas Kesehatan membuka layanan berbagai fasilitas kesehatan bagi masyarakat.
"Temuan kasus baru tahun 2025 itu sekitar 300 kasus. Kalau total keseluruhan yang pernah tertangani di layanan kesehatan kita, mulai dari rumah sakit, puskesmas, dan layanan kesehatan hampir 6 ribu orang," ungkap Husnul kepada wartawan, Minggu (30/11/2025).
Dinas Kesehatan Kota Malang menyebut, penderita HIV/AIDS di Kota Malang mayoritas usia produktif. Faktor utama penularan adalah gaya hidup atau hubungan seksual sesama pria atau homoseksual.
Sementara itu, penularan dari ibu ke anak jumlahnya relatif kecil dibandingkan faktor lain.
Husnul menambahkan, bahwa sekitar 70 persen penyintas HIV berasal dari luar daerah. Termasuk mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan. Sisanya, sekitar 30 persen berasal dari Kota Malang.
"Pasien yang datang ini beragam, banyak juga dari kalangan mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Pemkot Malang memperluas layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Layanan ini memberikan konseling sebelum pemeriksaan HIV/AIDS dilakukan.
Dinkes juga menghadirkan Mobile VCT yang bergerak ke berbagai titik sesuai koordinasi dengan komunitas.
"Adanya layanan ini, kami berharap penyintas bisa terlayani dengan baik. Karena HIV ini kan pengobatannya selamanya," katanya.
Pihaknya berharap penyintas dapat menjaga diri selama proses pengobatan, guna menekan penyebaran penyakit yang diderita.
"Kami berharap penyitas bisa menjaga diri agar tidak memberikan peluang untuk transmisi kepada yang lain," pungkasnya.
Simak Video "Video: Cara IPPI Bujuk Perempuan dengan HIV agar Termotivasi untuk Sembuh"
(auh/hil)