Fakta-fakta di Balik Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Rabu, 01 Okt 2025 10:50 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar tinjau bangunan Ponpes Al Khoziny yang ambruk (Foto: Suparno/detikJatim)
Surabaya -

Ambruknya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Senin (29/9), menyisakan duka mendalam sekaligus sorotan tajam dari berbagai pihak.

Sebanyak 140 santri yang tengah salat Asar berjamaah tertimpa reruntuhan ketika bangunan tengah dicor, dengan 102 santri berhasil dievakuasi, 3 di antaranya meninggal dunia, sementara 38 masih terjebak.

Selain upaya penyelamatan yang masih berlangsung, muncul sederet fakta mengenai tidak adanya izin mendirikan bangunan (IMB), lemahnya perencanaan teknis, hingga dugaan kelalaian kontraktor maupun pihak ponpes.

Berikut rangkuman faktanya:

1. Bangunan Ponpes Diduga Tak Miliki IMB

Bupati Sidoarjo Subandi menyoroti pembangunan Ponpes Al Khoziny yang diduga tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), di mana hal itu terbukti saat dirinya meninjau lokasi dan menemukan bangunan tiga lantai tersebut berdiri tanpa dokumen resmi.

"Ini saya tanyakan izin-izinnya mana, tetapi ternyata nggak ada, ngecor lantai tiga, karena konstruksi tidak standar, jadi akhirnya roboh," kata Subandi, Selasa (30/9/2025).

2. Bangunan Awalnya Hanya Direncanakan Satu Lantai

Pakar Teknik Sipil Struktur ITS, Mudji Irmawan, menyebut bangunan ponpes sejak awal direncanakan hanya satu lantai, namun karena penambahan jumlah santri kemudian dipaksakan hingga tiga lantai tanpa perencanaan teknis yang matang.

"Kalau kita lihat sejarah pembangunan ruang kelas pondok pesantren ini awalnya merupakan bangunan yang direncanakan cuman satu lantai," kata Mudji, Selasa (30/9/2025).

3. Beban Bangunan Bertambah hingga Tidak Mampu Ditopang

Menurut Mudji, penambahan lantai tanpa perhitungan membuat beban bangunan meningkat drastis, dari yang seharusnya hanya menanggung 100% menjadi berlipat hingga 300%, sehingga konstruksi tidak mampu lagi menahan tekanan.

"Nah, ini jadi masalah bebannya yang tadinya 100% jadi 200%, jadi 300%. Itu menyebabkan salah satu faktor utama yang membuat bangunan lantai satu, lantai dua tidak cukup mampu menerima beban yang ada di kerja," jelasnya.



Simak Video "Video: Kata Pengasuh Ponpes Al Khoziny Soal Penyebab Bangunan Ambruk"


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork