Begini Kondisi Massa Sound Horeg Berkedok Takbir Keliling Saat Dibubarkan Polisi

Charolin Pebrianti - detikJatim
Senin, 31 Mar 2025 15:15 WIB
Polisi saat didorong-dimaki massa (Foto: Istimewa Ponorogo.Update)
Ponorogo -

Malam takbiran biasanya diisi dengan takbir keliling. Namun di Ponorogo, takbir keliling dimanfaatkan sebagian massa untuk menggelar sound horeg. Salah satunya di Perempatan Condong, Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo.

Kumpulan massa itu pun tampak membawa truk atau pun pikap dengan sound system. Mereka menyalakan lagu ala DJ ketimbang takbiran. Bahkan ada pula yang membawa lampu sokle bak diskotik.

Karena melihat kerumunan massa, akhirnya polisi turun tangan membubarkan massa. Namun karena jumlah personel sedikit dibandingkan dengan massa, akhirnya polisi dipukul mundur massa.

Setelah itu, anggota polisi kembali lagi berusaha membubarkan massa yang sudah tidak kondusif. Lantaran, massa semakin tidak terkendali karena berkerumun dan menutup akses perempatan Condong.

"Sekitar jam 00.15 WIB sudah bersih area itu, kita turunkan personel Polsek dan Polres untuk pengamanan," tutur Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo kepada detikJatim saat dikonfirmasi, Senin (31/3/2025).

Andin mengku awalnya memang anggota Polsek yang hendak membubarkan. Namun karena jumlah personel kurang akhirnya sempat dihadang massa. Setelah itu, ada bantuan backup personel dari Polres Ponorogo untuk pembubaran massa.

"Pembubaran juga berlangsung aman, kondusif. Ada 25 personie kita turunkan dari Polres juga ada Polsek," imbuh Andin.

Menurutnya, meski polisi sempat dihadang massa, pihaknya tidak mengamankan massa yang menhadang. Hanya memberi imbauan saja agar mereka segera membubarkan diri.

"Tidak ada yang kita amankan, cuma kita imbau saja. Supaya cepat membubarkan diri, karena tidak boleh sound horeg. Kalau takbir keliling monggo saja," tandas Andin.

Sebelumnya, polisi yang akan membubarkan massa takbir keliling menggunakan sound horeg di Perempatan Condong, Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo, viral di medsos. Pasalnya, petugas yang melarang sound horeg justru diacuhkan.

Pasalnya, jumlah personel polisi lebih sedikit daripada massa takbir keliling yang sengaja menggunakan sound horeg tersebut. Bahkan ada beberapa pemuda mendorong salah satu petugas kepolisian dan dimaki-maki dalam bahasa Jawa.

Berbagai komentar warganet pun memenuhi kolom komentar. Tak sedikit yang menghujat massa sound horeg tersebut karena dinilai merugikan masyarakat. Mereka menyayangkan sikap massa yang sengaja mengusir polisi.

Berikut Salah Satu Komentar Pedas Netizen:

@faisalahmadfs: Ngono kuwi lek dijuluki SDM rendah trimo po ra yo lur? Sing gaene gawe alibi "Tradisi setahun pisan pak, moso ra oleh!" Jajal ditimbang, takbir keliling ngono kuwi akeh takbir e opo dangdut/dj ne? Ora niar ngehakimi cuma ayolah stop normalisasi tradisi-tradisi sing justru mencoreng syariat!. Komentar itu pun mendapat like sebanyak 6258.
@alfrakka: Halah takbiran seng muni teko hp/flashdisk,,menungso2 ne malah podo mendem, jane sehat po ora to?
@el_panjay23: Kali ini saya dukung polisi



Simak Video " Video: Ngeyel Gelar Karnaval di Blitar, 15 Truk Sound Horeg Ditilang"

(ihc/fat)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork