Kasus gagal ginjal misterius telah menyerang lebih dari 150 anak di Indonesia. Namun, penyebab penyakit ini masih belum diketahui hingga kini.
Bagi orang tua, perlu untuk mengetahui seluk beluk informasi soal penyakit ini. Agar, langkah pencegahan dan perlindungan pada buah hati bisa dilakukan secara maksimal.
Berikut sebaran laporan kasus, gejala, hingga penanganannya yang dilakukan terkait gangguan ginjal misterius:
1. Sebaran Kasus Gagal Ginjal Misterius
Dikutip dari detikHealth, Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI, dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K) mengungkapkan, ada 14 provinsi yang sudah melaporkan kasus gagal ginjal akut misterius tersebut, di antaranya:
- Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Banten
- Bali
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Selatan
- Aceh
- Sumatera Barat
- Jambi
- Kepri
- Papua Barat
- NTT
"Ada 14 provinsi yang sudah melapor (kasus gagal ginjal akut misterius)," tuturnya.
dr Eka juga menjelaskan, pasien gagal ginjal akut misterius kebanyakan diidap anak berusia di bawah lima tahun (balita). Namun, ada juga yang mencapai usia delapan tahun.
2. Gejala Gangguan Ginjal Misterius
Selain itu, dr Eka juga menjabarkan sejumlah gejala pada anak dengan gangguan ginjal misterius. Menurutnya, gejala awal yang muncul dapat berupa infeksi seperti batuk-pilek.
Pada dasarnya, infeksi tersebut umumnya tak tergolong berat dan seharusnya tak berpotensi memicu gangguan ginjal akut. Namun, pada kasus-kasus ini, anak mengalami perburukan gejala berupa gangguan buang air kecil hanya dalam hitungan tiga hingga lima hari.
"Diawali dengan gejala infeksi seperti batuk-pilek, atau diare dan muntah. Infeksi tersebut tidak berat. Bukan tipikal infeksi yang kemudian harusnya menyebabkan AKI secara teoritis kami pelajari di kedokteran. Itulah yang membuat kami heran," terang dr Eka.
"Dia hanya beberapa hari timbul diare atau muntah, kemudian demam, kemudian dalam tiga sampai lima hari mendadak tidak ada urine-nya. Jadi tidak bisa buang air kecil, betul-betul hilang sama sekali buang air kecilnya. Jadi anak-anak ini hampir semuanya datang dengan keluhan tidak buang air kecil, atau buang air kecilnya sangat sedikit," sambungnya.
Informasi penting lainnya, baca di halaman selanjutnya!
(hil/sun)