Viral Penjual Tape di Kampus Malang Diduga Getok Harga Bermodus Iba

Viral Penjual Tape di Kampus Malang Diduga Getok Harga Bermodus Iba

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Minggu, 07 Jun 2026 20:52 WIB
Keluhan warganet soal penjual tape yang getok harga dengan modus iba.
Keluhan warganet soal penjual tape yang getok harga dengan modus iba. (Foto: Istimewa/tangkapan layar)
Kota Malang -

Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini ramai menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet Kota Malang. Jagat maya dihebohkan oleh keluhan terkait aksi seorang oknum penjual tape keliling di area kampus yang menuai sorotan tajam.

Penjual tersebut diduga kerap melakukan praktik getok harga yang fantastis untuk tape yang dijual dengan modus memanfaatkan rasa iba atau sengaja memelas menjual kesedihan demi meraup keuntungan pribadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan akun Instagram @malangraya_info, aksi oknum penjual tape singkong ini menyasar para mahasiswa di area kampus, khususnya di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menilik dari ramuan komentar netizen di media sosial, bapak penjual tape ini diketahui memiliki pola operasi yang sangat konsisten. Jalur operasinya meliputi seputaran Jalan Jakarta, Taman Kunang-kunang, Jalan Veteran, hingga berani merangsek masuk ke dalam area area internal kampus.

Untuk memancing empati dan belas kasihan calon korbannya, pria tersebut sengaja berjalan kaki dari pagi hingga menjelang magrib tanpa menggunakan alas kaki. Dengan mengenakan kaos putih yang tampak usang ia akan mulai mendekati targetnya, yakni para Mahasiswa Baru.

ADVERTISEMENT

Penjual tape ini mendekati mereka sembari menyodorkan kantong kresek berisi tape dengan raut wajah memelas. Sifatnya yang memaksa kerap membuat targetnya tidak berkutik dan terpaksa merogoh kocek dalam-dalam.

Aksi 'jual kesedihan' bapak penjual tape ini juga dibenarkan Moch Rexy, salah satu alumni Universitas Negeri Malang. Rexy mengaku pernah menjadi salah satu korban yang terjebak taktik pemasaran memelas sang bapak saat masih aktif berkuliah.

"Tahun 2018 dia menawarkan harga Rp 20 ribu-Rp 25 ribu. Macak melas melaku (berlagak kasihan sambil berjalan kaki). Saya lihat saat itu dia bawa sekitar 20 bungkus," ujar Rexy kepada detikJatim, Minggu (7/6/2026).

Karena merasa tidak tega melihat kondisi sang penjual yang tampak kepayahan, Rexy akhirnya memutuskan untuk merogoh kocek dan membeli satu bungkus tape seharga Rp 20 ribu. Namun, rasa simpatinya itu seketika berubah setelah ia menyelesaikan studinya.

"Karena kasihan, saat itu aku beli satu kantong kresek harga Rp 20 ribu, meski pada waktu itu harga pasaran Rp 5 ribu. Setelah lulus baru tahu kalau itu ternyata disengaja jual mahal," imbuhnya.

Taktik lain yang juga sering digunakan oleh oknum penjual ini adalah meminta tolong mahasiswa untuk memesankan ojek online (ojol) agar dirinya bisa pulang dengan ekspresi memelas tetapi ujung-ujungnya ia justru meminta sang mahasiswa yang membayar tarif ojol itu. Pola pemasaran yang manipulatif itu kini dibongkar para korban.




(abq/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads