Nama Arinda Jessy cukup disegani di kalangan pembalap trail Tanah Air. Di tengah karirnya sebagai crosser, Arinda dinobatkan sebagai Ratu Tanjakan.
Julukan Ratu Tanjakan muncul setelah crosser wanita asal Tumpang, Kabupaten Malang itu menjadi juara di Free For All (FFA) spesial engine 250 CC yang digelar di Cilacap, Jawa Tengah pada 2022.
"Penobatan Ratu Tanjakan Indonesia bertempat di Cilacap, 2022 lalu. Ketika saya ikut FFA SE 250 CC. Saya pikir saya tidak bisa meraihnya karena yang diadu bukan antarkota atau kabupaten, melainkan seluruh Indonesia, dan saya mendapatkan podium 1," ucap Arinda saat berbincang dengan detikJatim, Kamis (14/7/2022).
Sejak kecil Arinda mengaku sudah bercita-cita menjadi pembalap trail. Mimpi itu kemudian yang mendorong Arinda untuk berani mencoba.
"Awal terjun 2017 hanya iseng karena dalam pikiran gak mungkin juga cewek jadi pembalap seperti di luar negeri. Itu mimpi saya ingin bisa menaiki motor," tutur perempuan kelahiran 1999 ini.
Hobi yang diinginkan alumni SMK Diponegoro Tumpang ini tentu sempat mendapat penolakan dari kedua orang tuanya. Apalagi Arinda merupakan anak perempuan, sementara dunia otomotif lebih identik dengan laki-laki.
Seiring berjalannya waktu, kedua orang tua Arinda tak lagi berkomentar. Terlebih banyak piala yang diboyong Arinda dari kejuaraan yang diikuti.
Demi mewujudkan mimpinya, Arinda rela meninggalkan hobi sebagai model dan bekerja untuk bisa menabung. Uang tabungan itu kemudian dibelikan motor second seharga Rp 15 juta.
"Ortu gak mendukung awalnya, sampai untuk beli motor nabung sendiri dari hasil kerja. Beli pertama motor second seharga Rp 15 juta," terang alumnus Universitas Merdeka Malang ini.
Setelah punya motor trail, Arinda mulai berlatih sendiri. Momen ia berlatih secara otodidak sering diunggah di media sosial.
Simak Video "Redtalks: Diskusi Inspiratif Lintas Generasi"
(sun/sun)