Suka Duka Qanita, Mahasiswa FP UNS yang Terjun di Dunia Balap Rally

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 29 Jun 2022 11:30 WIB
Mahasiswi pembalap dari UNS
Qanita, mahasiswi pembalap dari UNS. Foto: Dok. UNS
Jakarta -

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memiliki sosok mahasiswi yang merupakan seorang pembalap rally. Dia adalah Qanita Syahshiyah.

Namun, gadis dengan sapaan Qanita itu ternyata memiliki latar belakang akademik yang jauh dari bidang olahraga. Dia saat ini berstatus sebagai peserta didik Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNS.

Ketekunan Qanita dengan dunia balap rally berlangsung sejak 2020 lalu. Keluarganya pun turut mendukung sepak terjangnya di bidang yang identik dengan kaum laki-laki ini.

Perjalanan Menjadi Pembalap Rally

Mulanya, Qanita menjajal balap rally dengan menjadi navigator untuk ayahnya. Selanjutnya, pada akhir 2021 dia mulai mencoba di posisi driver bersama dengan sang kakak yang berperan sebagai navigator.

Walau dia baru menggeluti bidang ini belum lama, sederet prestasi sudah ditabungnya. Pada 2020 anak didik UNS ini pernah meraih juara 1 kategori Retro di kompetisi Pertamax Turbo Sprint Rally serta juara 2 grup R3 di ajang Meikarta Sprint Rally. ]

Kemudian, baru-baru ini dia berhasil menempati juara kedua kelas F1 pada momen Stage Park Sprint Rally Kejuaraan Daerah Jawa Barat Sprint Rally Putaran 1. Selain itu bersama ayah dan adiknya, Qanita juga menyabet juara 2 tim dengan membawa nama EuroStar Racing Team.

"Awalnya aku takut untuk turun sebagai driver dan nyetir mobil balap. Tapi karena aku diajarin dan terus di-support orang tua dan lingkunganku, akhirnya aku memberanikan diri untuk turun dan lanjut terus sampai sekarang," katanya (25/6/2022), dikutip dari laman kampus.

Walau telah menumpuk sejumlah prestasi, Qanita mengaku terus mengasah diri untuk meningkatkan keterampilan dan meraih prestasi-prestasi berikutnya.

Di sisi lain, Qanita menyebutkan keinginan untuk menghidupkan kembali kategori wanita di dunia balap tanah air. Dia bercerita ada banyak hal menyenangkan yang dia dapat dari bidang ini.

"Kalau sukanya pasti banyak banget. Mulai dari adrenaline rush yang aku rasain setiap turun ke track, ketemu orang baru dan bisa kenal banyak banget orang-orang hebat di dunia otomotif dan rally," ujarnya.

"Bisa berprestasi, mengunjungi tempat-tempat baru yang punya keindahannya masing-masing, pengalamannya, dan banyak banget 'suka' lain yang nggak bisa aku sebutin satu-satu," lanjutnya.

Namun, Qanita juga mengungkapkan sisi lain dari apa yang digelutinya itu.

"Kalau dukanya terkadang saat harus kembali menghadapi tugas-tugas yang tertinggal selama beberapa hari aku pergi. Tapi menurutku selama ikut balapan sangat-sangat worth it yang didapat," sebutnya.

Menurutnya, jika dia tidak "turun" ke lintasan, maka belum tentu dapat memperoleh kesempatan dan pengalaman yang sama.

Dia pun menceritakan beberapa pengalaman berkesan saat ikut berbagai kejuaraan. Qanita pernah mendapat pengalaman di mana mobilnya tersangkut di tanah pembatas jalan dan wiper yang tidak menyala saat hujan.

"Tetapi yang pasti setiap rally itu sangat berkesan. Karena selalu ada dukungan orang tua, keluarga, om-om mekanik, helper di tim, sampai panitia yang juga memberikan support dan apresiasi lebih karena aku peserta wanita," urainya.

Mahasiswi UNS itu menekankan, kesempatan lain belum tentu datang lagi dan tidak ada yang tahu sebuah pengalaman bisa membawa seseorang sejauh apa.



Simak Video "Kebakaran di UNS Solo, Mahasiswa Dievakuasi dari Jendela"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia