Nelayan Probolinggo Diminta Tak Melaut Dulu, Ini Penyebabnya

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 20 Mei 2022 16:00 WIB
5 hari terakhir banjir rob dan gelombang tinggi meneror nelayan dan warga pesisir. Salah satunya di Mayangan, Kota Probolinggo.
Banjir rob dan gelombang tinggi di Probolinggo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Kota Probolinggo -

Banjir rob disertai gelombang tinggi masih menghantui para nelayan di pantai utara Jawa. Untuk itu, BPBD Kota Probolinggo mengimbau mereka tak melaut hingga 3 hari ke depan.

Selain itu, gelombang tinggi dampak banjir rob sudah menjadi fenomena tahunan. Namun, gelombang tinggi kali ini menjadi yang paling parah dari tahun-tahun sebelumnya. Gelombang tinggi ini juga pernah terjadi 5 tahun silam.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, pihaknya intens memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui satelit, pergerakan angin, awan, hujan, gelombang, dan cuaca.

Tak hanya itu, petugas BPBD juga mendatangi TKP rawan bencana dampak banjir rob yang disertai gelombang tinggi. Wilayah rawan bencana tersebut ada di 3 pelabuhan di Kota Probolinggo. Sementara perkampungan nelayan juga tak luput dari pantauan BPBD.

"Untuk prakiraan cuaca selalu kami pantau terus, antisipasi terjadinya bencana alam. Untuk saat ini kecepatan angin terpantau 8 hingga 13 kilometer per jam, ombak 3 sampai 3,2 meter di perairan Probolinggo, untuk banjir rob akan terjadi 2 hingga 3 hari ke depan dan nelayan dan warga yang beraktivitas di laut diimbau untuk ekstra waspada dan hati -hati," ujar Sugito saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (20/5/2022).

Kencangnya arus dan tingginya gelombang di perairan Probolinggo diketahui sudah terjadi dalam 4 hari terakhir. Fenomena ini disebut yang terbesar di tahun ini, karena adanya banjir rob disertai gelombang tinggi.

"Ini ombaknya kencang arusnya dan tinggi, membuat para nelayan kabur dari bibir pantai, mereka memilih banyak yang tidak melaut karena takut dihantam ombak, dan gelombang tinggi dari banjir rob, paling besar tahun ini, dan pernah terjadi 5 tahun silam," ungkap petugas keamanan Pantai Perikanan Mayangan, Kota Probolinggo, Muhari Rakasiwi.



Simak Video "Banjir Rob Terjang Pantai Utara Probolinggo, Warga Pesisir Diminta Waspada"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)