Banjir Rob-Gelombang Tinggi 3 Meter Teror Nelayan dan Warga Probolinggo

M Rofiq - detikJatim
Kamis, 19 Mei 2022 18:45 WIB
5 hari terakhir banjir rob dan gelombang tinggi meneror nelayan dan warga pesisir. Salah satunya di Mayangan, Kota Probolinggo.
5 hari terakhir banjir rob dan gelombang tinggi meneror nelayan dan warga pesisir. Salah satunya di Mayangan, Kota Probolinggo. (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Kota Probolinggo -

Selama 5 hari terakhir banjir rob disertai gelombang tinggi meneror nelayan dan warga di pinggiran pantai utara Pulau Jawa. Salah satunya di area Pelabuhan Perikanan Mayangan, Kota Probolinggo.

Banjir rob disertai gelombang tinggi mencapai 3 meter membuat panik nelayan yang akhirnya memilih tidak melaut, Kamis (19/5/2022). Mereka memantau perahu masing-masing yang diparkir di dermaga agar tidak rusak terseret ombak atau menghantam tembok dermaga.

Banjir rob yang disebut-sebut terparah selama 5 tahun terakhir ini juga merendam wilayah permukiman warga di pesisir pantai. Paling parah yang terjadi di Desa Kalibuntu, Kraksaan, Probolinggo. Di sana, ketinggian air mencapai 80 centimeter hingga 1 meter.

Nelayan Mayangan, Kota Probolinggo, Syafii dan Tono mengatakan bahwa sudah hari ke-5 ini banjir rob menerjang perairan Probolinggo. Mereka pun memilih tidak melaut karena gelombang tinggi di tengah laut bisa mencapai 3 meter. Mereka menyadari bahaya yang mengancam bila memaksa tetap melaut.

"Sudah 5 hari ini banjir rob terjadi di perairan Probolinggo. Banjir rob juga menerjang pelabuhan dan permukiman warga di pesisir pantai. Banyak nelayan memilih libur, tidak melaut. Karena berbahaya dengan gelombang mencapai 3 meter seperti itu," ujar Syafii kepada detikJatim.

Hal yang sama disampaikan Tono. Ia mengatakan, hampir semua nelayan memilih tidak melaut daripada celaka di tengah jalan. Banjir rob itu, menurut Tono juga membuat resah para nelayan karena kapal-kapal mereka pun bisa saja rusak kena gelombang.

"Ini nelayan pada resah, sehingga kami akhirnya memantau perahu dan kapal yang sandar di dermaga. Takut rusak menabrak beton dermaga, atau bisa-bisa terseret ombak," kata Tono.

Pihak Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) TNI AL di Pantai Perikanan Mayangan, menghimbau paran nelayan tradisional agar lebih berhati-hati saat melaut ketika kondisi cuaca buruk dan banjir rob. Mereka tegaskan lagi, situasi itu membahayakan keselamatan jiwa para nelayan.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak Pos Kamladu TNI AL bersama pihak terkait otoritas pelabuhan dan Satuan Polairud Polres Probolinggo bekerja sama melakukan patroli di tengah cuaca buruk untuk mengawasi dan memantau nelayan ketika mencari ikan di tengah laut.

"Cuaca buruk akan terjadi dalam sepekan ke depan. Kami mengimbau para nelayan untuk berhati-hati saat banjir rob disertai gelombang tinggi karena bisa membahayakan keselamatan. Kalau bisa kami menyarankan untuk sementara libur melaut," kata Anggota Satlantamal Banyuwangi Pos Kamladu Pantai Mayangan Kopda RDL Yasin Latif.

Menurutnya, banjir rob dengan disertai gelombang tinggi di perairan Probolinggo itu diprediksi akan terus terjadi hingga Sabtu (21/5/2022) mendatang.



Simak Video "Banjir Rob Terjang Pantai Utara Probolinggo, Warga Pesisir Diminta Waspada"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)