Sensasi Menginap di Hotel Kebumen Bekas Pabrik Zaman Belanda

Sensasi Menginap di Hotel Kebumen Bekas Pabrik Zaman Belanda

Rinto Heksantoro - detikJateng
Senin, 03 Okt 2022 11:59 WIB
Mexolie hotel Kebumen.
Mexolie Hotel Kebumen. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng.
Kebumen -

Salah satu hotel di Kebumen, Jawa Tengah menyajikan sensasi unik bagi para tamu. Tak hanya menginap, mereka bisa menikmati menu serba kelapa hingga walking tour menikmati bangunan hotel bersejarah yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1851.

Adalah Mexolie Hotel, Kebumen di Jl Stasiun No 8, Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen yang menawarkan keunikan yang tidak dimiliki hotel lainnya. Berdiri di atas tanah seluas 5 hektare, hotel ini merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi karena dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1851.

Selain itu, di lokasi ini dulunya juga digunakan sebagai tempat pusat pemerintahan pada waktu itu. Setelah Perang Dunia II selesai, bangunan tersebut menjadi pabrik minyak kelapa sari nabati.


"Nilai sejarahnya awalnya dulu sini merupakan pabrik pengolahan kelapa sawit. Setelah kemerdekaan, aset-aset dinasionalisasikan di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan kini jadi kebanggaan Kebumen," kata GM of Mexolie Hotel, Imam Mustofa saat ditemui detikJateng, Jumat (30/9/2022) petang.

Lebih jauh Imam memaparkan sejarah berdirinya bangunan bersejarah itu. Saat terjadi Perang Diponegoro ada tahun 1825-1830, Pangeran Diponegoro yang terdesak berhasil meloloskan diri ke Ibu Kota Kebumen waktu itu yakni Panjer pada tahun 1828. Namun, Belanda kemudian menyerang Panjer pada 1 Juni 1828. Diponegoro berhasil menyingkir ke Panjer utara hingga berhasil dipancing keluar dari Panjer menuju Menoreh pada 17 Februari 1830.

Kuliner serba kelapa di Mexolie hotel Kebumen.Kuliner serba kelapa di Mexolie hotel Kebumen. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

"Ibu kota Panjer kemudian dibumihanguskan dan dipindah ke utara pada tahun 1832 dan nama Panjer diubah menjadi Kebumen," lanjutnya.

Pada tahun 1851 bekas Ibu Kota Panjer dibuat menjadi pabrik minyak kelapa dengan nama NV Oliefabieken Insulinde hingga tahun 1923 berubah nama menjadi NV Mexolie. Pada masa awal kemerdekaan, pabrik ini dipakai sebagai Markas Batalion III dan kemudian dikuasai kembali oleh Belanda pada 19 Desember 1948.

"Berdasarkan referensi yang ada, kemudian pada tanggal 3 Juni 1951 Mexolie kembali beroperasi di bawah Pemerintah Belanda dan dinasionalisasi pada tahun 1958 yang dipimpin oleh Mayor Soejono yang sekaligus menjabat sebagai direktur pertama. Pada tahun 1980 Mexolie berubah nama menjadi Nabatiyasa sejak dikelola oleh Perusda Jateng dan kemudian Nabatiyasa berganti nama Sari Nabati," jelasnya.

"Pabrik ini bangkrut pada 1985. Mulai tahun 2012 bekas area Sari Nabati dimanfaatkan menjadi hotel yang dikenal dengan nama Mexolie Hotel," sambungnya.

Untuk tetap memberikan sensasi unik dan mempertahankan nilai sejarah yang dimiliki, pihak hotel pun menggelar acara Chef Showdown atau ketangkasan memasak dengan bahan dasar serba kelapa. Berbagai makanan seperti ketan serundeng hingga kacang kelapa cokelat (cangklacok) disajikan oleh para juru masak.

"Jadi yang dimasak semua berbahan dasar kelapa. Kenapa kelapa karena kelapa ini kan punya histori khusus ya yang mana dulu Mexolie adalah sebuah pabrik pengelola kelapa sawit. Jadi kami ini ingin mengangkat bahan dari kelapa yang memiliki nilai sejarah, oleh karena itu kami mengolah berbagai macam variasi mulai dari maincourse sampai dengan dessert," terangnya.

Kuliner serba kelapa di Mexolie hotel Kebumen.Kuliner serba kelapa di Mexolie hotel Kebumen. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...