Wara-wara

Ada Pameran Foto KERE HORE di Wisma Seni TBJT Solo, Lur!

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 25 Jul 2022 14:17 WIB
Poster pameran tunggal foto seni pertunjukan KERE HORE di Wisma Seni TBJT Solo, Selasa-Minggu (26-30/7/2022).
Poster pameran tunggal foto seni pertunjukan KERE HORE di Wisma Seni TBJT Solo, Selasa-Minggu (26-30/7/2022). Foto: dok. TBJT Solo
Solo -

Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) menyelenggarakan pameran tunggal foto seni pertunjukan karya Daniel Susilo Wibowo. Pameran foto bertajuk "KERE HORE" di Wisma Seni TBJT itu akan dibuka pada Selasa (26/7) pukul 20.00 WIB.

Malam pembukaan pameran foto "KERE HORE" ini akan dimeriahkan oleh penampilan Latar Jembar, Solo Mime Society, dan Kurawa Voice. Adapun pameran tunggal foto seni pertunjukan karya Daniel Susilo Wibowo ini bisa dinikmati sejak Selasa malam hingga Sabtu (30/7) mendatang di Wisma Seni TBJT.

Dalam keterangan tertulisnya, Daniel SW mengatakan pijakan dunia panggung Indonesia tak lepas dari nilai-nilai tradisi dari setiap masyarakatnya.


"Sebuah realitas karya anak-anak bangsa yang mencoba mengekspresikan kebebasan, sebuah bentuk kemewahan dari negara yang merdeka, yang kaya akan sumber-sumber kebudayaan yang mampu menginspirasi kerja-kerja kreatif dalam membangun peradaban bangsa," tulis Daniel SW dalam keterangannya yang diterima detikJateng, Senin (25/7/2022).

"Pameran ini menunjukkan bahwa bukan hanya seni tradisi yang selama ini dikenal dalam kecantikan pada brosur-brosur pariwisata, akan tetapi hadirnya realitas karya-karya kontemporer yang juga memberikan khasanah kekayaan keragaman Indonesia," lanjut Daniel SW.

Daniel SW berharap nilai-nilai yang terkandung dalam foto-foto yang dipamerkan itu dapat ditransformasikan lebih luas untuk membuka cakrawala pemikiran tentang keberdayaan kita dalam ekspresi budaya yang beraneka ragam dengan ide-ide.

Menurut Daniel, pertumbuhan seni selama ini nyaris terlepas dari kemampuan penghayatan kekuasan pemerintah dalam memaknai arti kebudayaan. "Realitas sosial politik seringkali memposisikan kerja kesenian sebagai obyek eksotik, sehingga kesenian tak ubahnya hanya komoditas transaksional," tulisnya.

Dengan tajuk "Kere Hore", selain sebagai data otentik, diharapkan pameran foto ini mampu membangkitkan kepercayaan diri masyarakat untuk berekspresi.

"Dengan pameran foto bertajuk Kere Hore ini, diharapkan masyarakat dapat berinteraksi langsung secara emosi dan jasmani dengan melihat apa yang tersaji untuk melihat nilai-nilai keberagaman," pungkas Daniel SW.

Dalam rilisnya, Daniel SW tak menjelaskan ada berapa karya foto yang dipamerkan, dijepret di mana saja, dan lain-lain. Kalau penasaran, silakan kunjungi Wisma Seni TBJT mulai besok malam hingga Sabtu mendatang.



Simak Video "Belajar Sejarah dari Pameran Kampung Purba"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)