Sandiaga Bakal Ajukan Solo Jadi Kota Seni Pertunjukan Jaringan UNESCO

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Sabtu, 02 Jul 2022 18:05 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno
Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng)
Solo -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno akan mengajukan Solo masuk ke dalam jaringan kota kreatif UNESCO tahun depan. Solo dianggap sebagai kota festival seni pertunjukan dengan basis kebudayaan yang kuat.

"Tahun depan kita ajukan ke UNESCO untuk seni pertunjukan ini dan harapannya bisa berhasil untuk mendapatkan persetujuan dan pengakuan sebagai kota subsektor seni pertunjukan dalam creative cities network," kata Sandiaga usai mengisi workshop di Solo, Sabtu (2/7/2022).

Menurutnya, persiapan yang harus mulai dilakukan antara lain melakukan diskusi-diskusi dengan para pelaku seni pertunjukan. Selain itu, akan banyak digelar event secara internasional.



"Minggu depan mulai ada rangkaian acara G20 dan Solo Batik Carnival, dan bulan Agustus ada Internasional Wellness Tourism Conference and Exposition," ujar dia.

Adapun tahun ini Sandiaga mengajukan dua daerah untuk diusulkan menjadi kota kreatif jaringan UNESCO, yakni Bitung dan Ponorogo. Sedangkan Solo akan diusulkan tahun depan.

"Begitu masuk creative cities network seperti Ambon menjadi city of music dan beberapa kota dunia lainnya, otomatis akan menjadi ekosistem yang dipantau langsung oleh UNESCO agar para pelakunya itu melestarikan seni pertunjukan budaya, dan juga kegiatan-kegiatan event tahunan akan diadakan di Kota Solo," ujar dia.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan telah bertemu dengan perwakilan UNESCO saat berada di Paris. Dia mendapatkan penjelasan mengapa Solo gagal dalam dua kali pengajuan menjadi kota kreatif.


"Orang sana bilang proposalnya jelek, ya nanti saya benerin. Data dikit, foto dikit, portofolionya dikit, promosi dikit. Apalagi portofolio di luar negeri juga dikit. Intinya yang kemarin tidak serius," ujar Gibran saat mendampingi Sandiaga.

Pada pengajuan ketiga nanti, Gibran memastikan akan tetap mengambil tema kota festival seni pertunjukan. Menurutnya, tema tersebut paling potensial bagi Kota Solo.

"Ini tema sama. Potensinya ada, tapi nggak digarap, komunitas gerak sendiri-sendiri. Potensinya memang di situ. Itu arahan dari UNESCO langsung kok," pungkasnya.



Simak Video "Sandiaga-Gibran Lari 4 Km Bawa Obor Asean Para Games Di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/aku)