Jalur Pendakian Merbabu Dibuka Kapasitas Penuh Besok, Kecuali Selo

Jarmaji - detikJateng
Kamis, 30 Jun 2022 12:40 WIB
Pintu pendakian gunung Merbabu di jalur Selo, Boyolali.  Foto diunggah Kamis (30/6/2022).
Pintu pendakian gunung Merbabu di jalur Selo, Boyolali. (Foto: Jarmaji/detikJateng)
Boyolali -

Ada kabar gembira bagi pecinta Gunung Merbabu. Mulai 1 Juli 2022 besok, kuota pendakian di gunung di wilayah Jawa Tengah itu dibuka penuh 100 persen. Namun hal itu tak berlaku di jalur pendakian Selo, Kabupaten Boyolali, yang hanya dibuka untuk kapasitas 50 persen.

"Iya, per 1 Juli 2022, kuota (pendakian Gunung Merbabu) dibuka 100 persen untuk jalur Suwanting dan Wekas (Kabupaten Magelang) serta Tekelan (Kabupaten Semarang)," ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Junita Parjanti, kepada detikJateng Kamis (30/6/2022).

Sedangkan untuk jalur pendakian Selo di Kabupaten Boyolali masih dibatasi. Kuota jalur yang menjadi favorit para pendaki itu masih dibatasi sebanyak 50 persen.


"Kuota 50 persen jalur Selo," jelasnya.

Dibandingkan jalur-jalur lainnya, Selo mempunyai kuota atau kapasitas pendaki yang paling banyak. Daya dukung jalur pendakian Selo ini mencapai 578 orang setiap harinya.

Junita menyebutkan sejumlah pertimbangan jalur Selo belum dibuka dengan kuota 50 persen dari kapasitas. Pertimbangan pertama karena BTNGMb saat ini masih melakukan perbaikan sistem pelayanan pendaki untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pendaki.

Kemudian intensitas penanganan kecelakaan pendaki di jalur Selo ini akhir-akhir ini cukup tinggi. Baik karena hipotermia, terkilir dan penyakit bawaan. Hal ini mengingat jumlah pendaki yang cukup banyak, curah ekstrem. Sementara jumlah petugas dan sarana prasarana evakuasi terbatas.

"Karena Selo itu kuotanya lebih banyak dari jalur yang lain, jadi kemungkinan kejadian dan proses evakuasinya bisa jadi lebih banyak. Tapi memang kejadiannya seperti itu, akhir-akhir ini memang lebih banyak (evakuasi pendaki). Jadi kita memang ada unsur kehati-hatian di situ," kata Junita.

Dia mengaku memang masih perlu ada perbaikan dalam pemenuhan sarana prasarana untuk evakuasi pendaki. Tak hanya di jalur Selo saja, tetapi juga di jalur-jalur yang lain. Sehingga semua bisa aman dan nyaman.

"Terus terang kami memang masih perlu perbaikan pemenuhan Sarpras untuk evakuasi. Itu (Sarpras evakuasi) kita juga masih ada keterbatasan. Proses evakuasi (di Selo) kemarin itu tinggi," imbuh dia.

Lebih lanjut Junita juga berpesan kepada para pendaki Gunung Merbabu untuk mempersiapkan rencana pendakiannya dengan matang. Juga membawa perlengkapan dan logistik dan memadai. Apalagi saat ini cuaca ekstrem, sehingga kesehatan juga harus disiapkan.

"Pesan saja, kondisi cuaca saat ini ekstrem. Juga soal penyakit bawaan itu juga penting. Kemarin ada yang masuk rumah sakit yang dari (jalur pendakian) Selo, karena asam lambungnya naik," pungkas Junita.



Simak Video "Penampakan Uang Palsu Rp 500 Juta Dimusnahkan Kejari Boyolali"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)