COVID Reda-Boleh Lepas Masker, Wisata hingga Okupansi Hotel di Semarang Naik

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Selasa, 24 Mei 2022 19:35 WIB
ilustrasi ppkm
Ilustrasi (Foto: Infografis detikcom/Denny)
Semarang -

Industri pariwisata di Kabupaten Semarang, termasuk hotel dan restoran, semakin menggeliat. Kondisi ini seiring kasus COVID-19 mereda dan kebijakan pelonggaran pemakaian masker.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan kondisi wisata di Kabupaten Semarang kini menggeliat. Hal itu juga berdampak pada kunjungan ke hotel dan restoran.

"Dengan kondisi kasus COVID turun, tempat wisata sudah ramai luar biasa. Normal kembali, dan berdampak pada hotel dan restoran. Berharap kondisi ini dijaga," kata Ngesti di sela pengukuhan pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Kabupaten Semarang di Kampoeng Banyumili, Selasa (24/5/2022).

Ia menjelaskan dari Inmendagri terbaru, Kabupaten Semarang sudah masuk level 1 PPKM. Selain itu ada pelonggaran dalam penggunaan masker. Meski demikian ia berharap protokol kesehatan seperti screening tetap dijalankan.

"Screening terus dilakukan di tempat wisata, hotel, restoran dengan cek suhu badan. Untuk masker, kita lihat kalau tempat wisata terbuka ada pelonggaran, kalau tertutup ya tetap dipakai," ujarnya.

Sementara itu Ketua BPC PHRI Kabupaten Semarang, Sumadi Dharmaji mengatakan geliat pariwisata berpengaruh pada okupansi hotel di Kabupaten Semarang sejak libur lebaran. Daerah Bandungan dipakai sebagai indikator karena banyak tempat wisata di sana.

"Semenjak kita sudah di level 1 dan ada dari Pak Presiden di tempat terbuka sudah boleh melepas masker, alhamdulillah sejak dari lebaran okupansi hotel naik. Khusus di Bandungan sebagai indikator biasanya (saat pandemi) di bawah 50 persen bahkan 20 persen bahkan kurang. Ini mulai 30-40 persen, bisa lebih 50 persen. Kalau libur bisa 100 persen," jelasnya.

Saat ini, lanjut Sumadi, mulai banyak muncul tempat wisata baru. Hal itu diharapkan bisa terus memicu peningkatan perekonomian di bidang pariwisata termasuk hotel dan restoran.

"Untuk tingkatkan okupansi tidak lepas dari upaya meningkatkan fasilitas pariwisata. Ke depan selalu bersinergi dengan pemda dan stakeholder lain," imbuhnya.



Simak Video " Boleh Lepas Masker di Outdoor, Bagaimana Aturan di Transportasi Umum?"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)