Asal-usul Nama Nyamuk, Desa Baru di Pulau Terpencil Karimunjawa

Dian Utoro Aji - detikJateng
Minggu, 15 Mei 2022 06:40 WIB
Perjalanan menuju Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, Jumat (13/5/2022).
Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, Jumat (13/5/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Jepara -

Menjelajahi Karimunjawa tak terbatas pada objek wisatanya saja. Sesekali, luangkan waktu untuk singgah ke pulau lainnya. Pulau Nyamuk salah satunya. Bagaimana ceritanya pulau itu bernama Nyamuk? Berikut ini reportase jurnalis detikJateng, Dian Utoro Aji, di Pulau Nyamuk pada Jumat (13/5/2022).

Kepala Desa Nyamuk, Muazis, mengatakan ada beberapa versi soal asal-usul nama Pulau Nyamuk. Pertama, disebut Nyamuk karena pulau di Kepulauan Karimunjawa ini terbilang kecil seperti binatang nyamuk.

"Ada yang mengatakan nama Nyamuk itu karena kelihatan kecil. Karena (pulaunya) dari jauh kelihatan kecil terus disebut Nyamuk," kata Muazis kepada wartawan, Jumat (13/5/2022) malam.

Untuk diketahui, Pulau Nyamuk hanya bisa diakses melalui perjalanan laut. Butuh waktu sekitar dua jam untuk menyeberang dari Kecamatan Karimunjawa dengan menumpang kapal milik Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.

Pertunjukan wayang kulit di Pulau Nyamuk, Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, Jumat (13/5/2022).Pertunjukan wayang kulit di Pulau Nyamuk, Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, Jumat (13/5/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Luas Pulau Nyamuk hanya sekitar 125 hektare. Di Pulau Nyamuk terdapat satu desa dengan nama yang sama, yaitu Desa Nyamuk. Desa ini baru diresmikan pada 8 Agustus 2011. Sebelumnya, wilayah Nyamuk termasuk bagian dari Desa Parang yang berada di Pulau Parang.

Desa Nyamuk dihuni sekitar 650 jiwa yang terbagi dalam 206 keluarga di 2 RW dengan 4 RT. Mayoritas warganya beragama Islam dan bekerja sebagai nelayan.

Menurut Muazis, nama Nyamuk tidak lepas dari petilasan yang dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Sumur Wali. Konon, dulu pernah ada seorang wali yang singgah di Pulau Nyamuk.

"Ada yang bilang Nyamuk itu (kependekan dari) nyantri mukti atau santri yang tertib (berhasil). Ada petilasan sumur wali, di situ ada makam, dikenal (makamnya) Syah Abdullah atau Mbah Sumur Wali," ujar Muazis.

Perjalanan menuju Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, Jumat (13/5/2022).Perjalanan menuju Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, Jepara, Jumat (13/5/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Terlepas dari muasal namanya, Desa Nyamuk bisa dibilang terpencil. Listrik dari diesel baru masuk ke desa ini pada 1990-an. Sekarang, kebutuhan listrik masih dipasok dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Di Nyamuk juga hanya ada satu gedung sekolah bernama SD Negeri 3 Parang. Walhasil, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, anak warga Nyamuk harus merantau ke Kecamatan Karimunjawa atau Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Soal transportasi, ada kapal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara dengan rute Karimunjawa-Nyamuk-Parang. Ongkos sekali jalan Rp 37 ribu.

"Jadwalnya seminggu sekali. Senin dari Karimunjawa ke Nyamuk dan Parang. Rabu pagi kembali lagi ke Nyamuk dan ke Karimunjawa. Biayanya Rp 35 ribu ditambah Rp 2 ribu untuk asuransi," terang Muazis.



Simak Video "Mengunjungi Desa Nyamuk yang Ada di Pulau Terpencil Karimunjawa"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)