Mau Padusan di Objek Wisata Air Kulon Progo? Ini Syaratnya

Mau Padusan di Objek Wisata Air Kulon Progo? Ini Syaratnya

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Rabu, 23 Mar 2022 14:04 WIB
Pantai Glagah Kulon Progo
Pantai Glagah, Kulon Progo (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng)
Kulon Progo -

Satgas COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membolehkan pelaksanaan tradisi padusan jelang Ramadan di objek wisata air di daerah ini. Namun, ada sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi masyarakat. Apa saja itu?

Ketua Satgas COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengatakan pihaknya tidak akan melarang pelaksanaan padusan di masa pandemi Corona. Alasannya karena kegiatan ini sudah jadi tradisi masyarakat yang bertujuan untuk menyucikan diri jelang Ramadan.

Oleh karena itu, masyarakat tetap dibolehkan menggelar kegiatan ini. Hanya saja dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan sejumlah hal, salah satunya yakni menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.


"Karena memang tradisi ya, kita tidak bisa memungkiri artinya ini sudah jadi kegiatan rutin masyarakat dalam rangka menghadapi bulan Ramadan, mereka pasti akan melakukan tradisi ini, yang bagi mereka adalah bentuk menyucikan diri," ucap Fajar saat ditemui wartawan di kompleks kantor Pemkab Kulon Progo, Rabu (23/3/2022).

"Namun demikian kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap prokes. Artinya ketika melaksanakan padusan di tempat-tempat wisata atau sumber air, ini bisa dilakukan namun dengan pembatasan. Jangan sampai nanti berkerumun, berbondong-bondong ke sana. Paling tidak ya bergantian lah biar jangan sampai terlalu banyak," sambungnya.

Fajar mengatakan untuk meminimalkan kerumunan, pihaknya meminta masyarakat untuk melaksanakan padusan di sekitar rumah. Misal di sekitar tempat tinggal ada lokasi yang representatif untuk menggelar kegiatan padusan, maka lokasi itulah yang jadi prioritas, alih-alih tempat lain yang lebih jauh.

"Jika ada beberapa tempat yang lebih representatif untuk melakukan padusan misalnya di lingkungannya sendiri itu lebih baik," ucapnya.

Bagi masyarakat yang ingin tetap melaksanakan padusan di objek wisata dianjurkan untuk terlebih dulu menginstal aplikasi PeduliLindungi. Sebelum masuk pengunjung wajib melakukan scan barcode untuk mengetahui riwayat perjalanan, vaksinasi, termasuk ambang batas kapasitas di tempat wisata.

Pelaku Wisata Wajib Batasi Kunjungan

Fajar mengatakan imbauan untuk menerapkan prokes ketat selama pelaksanaan padusan juga ditujukan kepada para pengelola wisata air di Kulon Progo. Pelaku wisata diminta agar menjaga penerapan prokes serta membatasi jumlah pengunjung untuk menghindari kerumunan di satu lokasi.

"Kita juga akan mengimbau kepada pelaku wisata untuk prokesnya betul-betul dijaga. Jangan sampai ini yang niatnya baik malah jadi tidak baik," ucap Fajar.

"Jadi silakan saja mereka membuka akses untuk acara tersebut, namun harus betul-betul diawasi dengan ketat dan terutama pengunjungnya dibatasi," tambahnya.

Fajar mengatakan agar prokes di destinasi wisata air terjaga selama kegiatan padusan, pihaknya bakal melakukan pemantauan secara simultan. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan dikerahkan untuk meninjau langsung kegiatan padusan di lokasi.

"Kami akan memerintahkan OPD terkait untuk memantau itu," ucapnya.

Untuk diketahui, Kulon Progo termasuk daerah yang kerap jadi jujukan masyarakat maupun wisatawan yang ingin melaksanakan tradisi padusan jelang Ramadan. Beberapa lokasi yang biasanya dikunjungi, antara lain Pantai Glagah di Temon, Kolam Renang Alami Clereng di Pengasih, serta kawasan wisata air di Wilayah Girimulyo meliputi Kedung Pedut, Air Terjun Mudal, Grojogan Sewu, hingga Air Terjun Kembang Soka.



Simak Video "Kreatif! Raup Cuan Lewat Kerajinan dari Limbah Jagung"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ahr)