Wisatawan di Kawasan Mangunan Menurun, Imbas Kecelakaan Bus Bukit Bego?

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Sabtu, 12 Feb 2022 22:02 WIB
Anak-anak memberi makan burung di Hutan Pinus Sari Mangunan
Kawasan Hutan Pinus Sari Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Bantul -

Pengelola objek wisata (obwis) di kawasan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY, menyebut ada penurunan kunjungan wisatawan pasca-kecelakaan bus di Bukit Bego yang menewaskan 13 orang pada Minggu (6/2) lalu. Seperti apa kondisinya?

"Hari ini kunjungan wisatawan turun drastis, mungkin dampak dari kecelakaan bus di Bukit Bego pekan lalu," kata Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono, Sabtu (12/2/2022). Notowono adalah koperasi yang mengelola sejumlah objek wisata di Kapanewon Dlingo.

Purwo yang akrab disapa Ipung itu mengatakan, akhir pekan ini banyak biro perjalanan yang membatalkan kunjungannya ke sejumlah obwis di Dlingo. Wisatawan yang belum teregistrasi pun turut membatalkan kunjungan secara mendadak.


"Ada pemberitahuan biro perjalanan membatalkan kunjungan ke Kebun Buah Mangunan. Total ada tujuh bus yang membatalkan," ujar Ipung.

Ipung mengaku sudah memprediksi akan adanya penurunan kunjungan wisata pasca-kecelakaan maut itu.

"Karena berita kecelakaan bus di Bukit Bego sudah nasional bahkan internasional, jadi pasti ada rasa takut wisatawan untuk berkunjung ke Dlingo," ucapnya.

Sementara itu, Panewu Dlingo Slamet Pamuji menyebut faktor lain yang diduga memengaruhi kunjungan wisata di Dlingo.

"Informasi simpang siur soal larangan bus lewat Jalan Imogiri-Dlingo juga sangat berpengaruh. Kalau harus lewat jalur Dlingo-Patuk kan lebih sempit," kata Slamet.

"Tapi ini kan keputusan dari Pak Kapolres Bantul, soal (wacana) melarang bus turun dari Dlingo lewat Jalan Imogiri-Dlingo. Jadi ya kita ikuti saja aturan dari Pak Kapolres Bantul," lanjut Slamet.

Namun, Slamet mengusulkan alternatif selain melarang bus melewati jalur Imogiri-Dlingo. Salah satunya dengan menempatkan relawan di sejumlah titik rawan untuk memandu bus yang akan lewat.

"Misalnya bus wisata masih boleh lewat Jalan Imogiri-Dlingo, nanti relawan-relawan itu bisa memandu sopir bus agar hati-hati, mengingatkan agar oper persneling kecil," ucapnya.



Simak Video "Bus Tabrak Tebing di Bantul, Wisata Berujung Maut"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)