Sensasi Unik Baca Buku di Rumah Bangsawan Kotagede Jogja

Aditya Mardiastuti - detikJateng
Jumat, 21 Jan 2022 13:13 WIB
Ilustrasi membaca buku.
Ilustrasi membaca buku (Foto: Unsplash)
Jogja -

Kotagede dikenal sebagai salah satu sentra perak dan menjadi destinasi wisata budaya di Kota Jogja. Ternyata ada satu tempat bersantai dan membaca buku yang menawarkan pengalaman berbeda di tengah bangunan heritage Kotagede.

Lokasi Ndalem Natan ada di Jalan Mondorakan, Prenggan, Kecamatan Kotagede, Jogjakarta. Ndalem Natan ini menjadi salah satu pusat kegiatan budaya Jawa di Kotagede.

Rumah bangsawan kaya yang sudah ada sejak 1857 ini direnovasi menjadi guest house, kafe, dan toko buku usai diguncang gempa Jogja 2006 silam. Nama 'Natan' ini ternyata diambil dari bahasa Jawa yang berarti menata, filosofinya adalah menata kembali tempat yang pernah rusak.

"Selain filosofi dalam bahasa Jawa, saya menggunakan singkatan dari nama lengkap Nasir Tamara jadi NaTan. Perpustakaan dan kafe yang pertama kali dibuka untuk umum," ujar pemilik Ndalem Natan Royal Heritage Dr Nasir Tamara, seperti dikutip detikJateng dari situs Dinas Pariwisata Kota Jogja, Jumat (21/2/2022).

"Saya buat suasana membaca menjadi nyaman dengan menyediakan makanan dan minuman. Selain itu perpustakaan saya buat berkualitas dengan koleksi buku yang bagus dan bermutu untuk pelajar dan mahasiswa," sambungnya.

Toko buku Natan juga menyediakan aneka buku dengan beragam bahasa di antaranya buku berbahasa Indonesia, bahasa Perancis, bahasa Inggris dan Belanda. Selain dijual, buku-buku ini juga bisa dibaca di tempat. Para pengunjung bisa datang ke Toko Buku Natan mulai pukul 08.00-17.00 WIB kecuali hari Senin.

Untuk diketahui, bangunan pendopo Ndalem Natan digunakan menjadi pusat kegiatan latihan gamelan, dan tari tradisional. Kemudian untuk menikmati koleksi buku yang bisa dibaca, masyarakat bisa membuat janji terlebih dulu jika ingin berkunjung. Para seniman yang ingin membuat kegiatan seni maupun budaya bisa memanfaatkan artspace kafe Ndalem Natan Royal Heritage sebagai lokasi pameran.

"Saya memelihara bangunan ini agar hidup kembali seperti dahulu kala, menjadi rumah tinggal, ada aktivitas budaya yang berlangsung dan berharap adanya nDalem Natan dapat menjadi salah satu alternatif kunjungan wisata di Kotagede," ujar Nasir Tamara.



Simak Video "Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Wujud Akulturasi Islam dan Hindu"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/sip)