Siswa TK di Purworejo Terima Roti MBG Berjamur, SPPG Buka Suara

Siswa TK di Purworejo Terima Roti MBG Berjamur, SPPG Buka Suara

Rinto Heksantoro - detikJateng
Kamis, 05 Mar 2026 22:52 WIB
Roti MBG di Purworejo berjamur, Kamis (5/3/2026).
Roti MBG di Purworejo berjamur, Kamis (5/3/2026). Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng
Purworejo -

Wali murid dari salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) di Purworejo mengeluhkan roti dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjamur. Mereka khawatir lantaran ada beberapa anak yang sudah terlanjur memakannya. Pihak SPPG terkait pun buka suara.

Kasus roti MBG yang berjamur itu terjadi di TK Masyitoh Desa Tunggoro, Kecamatan Kutoarjo, pada Kamis (5/3/2026). Menu MBG yang diterima oleh para siswa itu di antaranya roti, telur rebus, buah belimbing, dan kerupuk pangsit.

Diketahui, pada roti cokelat itu terdapat titik-titik warna putih menyerupai jamur. Sebagian roti yang belum dimakan pun kemudian difoto dan dibagikan ke grup sekolah malam ini. Sebagian orang tua merasa khawatir karena anaknya sudah terlanjur memakan roti itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roti MBG di Purworejo berjamur, Kamis (5/3/2026).Roti MBG di Purworejo berjamur, Kamis (5/3/2026). Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

"Iya ada yang jamuren (berjamur), banyak loh. Ini di grup banyak yang pada komplain, terus saya bilang kalau yang belum dimakan besok dibawa ke sekolahan dibalikin ke sopirnya aja. Soalnya sajiannya itu dari kemarin itu tidak menarik sama sekali. Tadi juga sudah ada yang terlanjur makan, makanya orang tua pada khawatir," kata guru TK Masyitoh, Yani, saat dihubungi detikJateng, Kamis (5/3/2026) malam.

Yani mengatakan, sebelumnya TK tersebut menerima menu MBG dari dapur Katerban, Kecamatan Kutoarjo. Menunya dinilai bagus dan sudah memenuhi standar. Tapi sejak sekitar sebulan lalu, distribusi MBG berpindah dapur yakni dari Desa Tepus Kulon, Kecamatan Kutoarjo. Sejak itu masalah mulai muncul.

ADVERTISEMENT

"Tadi isinya roti, belimbing, pangsit, sama telur. Jarang ada susunya itu. Kalau dulu kan sama dapur Katerban bagus menunya, nah ini kan baru, yang dapur Desa Tepus belum ada sebulan. Dari awal itu (menunya) sudah tidak menarik sama sekali, dulu pernah telo goreng dikasih keju itu lho. Sudah ditegur tapi ya sama aja," ujar Yani.

"Ahli gizinya itu kerja nggak, masak makanannya ngawur sekali. Kok kayane waton (sepertinya asal-asalan), sudah berkali-kali kok kayak gini terus," sambungnya.

Penjelasan SPPG

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait pun buka suara. Kepala Dapur MBG Desa Tepus Kulon atau Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Hafidz membenarkan ada pihak yang melapor terkait roti yang berjamur tersebut.

Diduga kasus tersebut tak hanya terjadi di TK Masyitoh saja, tapi juga di sekolah lain yang menjadi penerima MBG dari dapur tersebut.

Hafidz menjelaskan, roti tersebut diterima dari salah satu UMKM asal Kebumen. Saat menerima, pihaknya memeriksa bahwa roti itu dalam keadaan baik. Namun tidak menutup kemungkinan memang sudah ada yang berjamur lantaran tidak semua roti yang sudah dikemas itu diteliti satu per satu.

"Ini kebetulan ada beberapa yang masuk laporan. Kami juga sudah melaporkan ke UMKM terkait, soalnya kita baru dapatnya jam 21.00 semalam dan menurut penuturan mereka fresh. Posisi barang datang itu kan memang sudah bungkusan. Kita lihatnya sampling yang di atas itu semuanya bagus. Ketika udah di-packing ke sekolah itu kita kurang tahu dan penyimpanan pihak penerimanya kami juga kurang tahu, ini masih dirunut," ucap Hafidz saat dimintai konfirmasi lewat telepon.

Ia juga mengakui bahwa sisa roti yang ada di dapur MBG saat ini memang ada yang berjamur. Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Korwil untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Ini masih banyak sampelnya di dapur, ada yang iya (berjamur) ada yang enggak. Ini saya juga masih koordinasi karena laporan masuk tadi mulai jam 19.05 WIB. Ya intinya saya masih koordinasi dan merunut kejadiannya," pungkasnya.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads