Muh. Hilmi Gimnastiar dijatuhi hukuman tidak boleh main sepakbola hidup akibat aksi brutalnya menendang lawan dengan sengaja saat pertandingan. Dia juga dikenai denda Rp 2,5 juta.
Dikutip dari detikJatim, Insiden tersebut terjadi pada laga Putra Jaya Pasuruan lawan Perseta Tulungagung kompetisi Liga 4 Jatim hari Selasa (5/1) kemarin. Saat itu Hilmi sengaja melompat dan menendang dada pemain Perseta, Firman Nugraha Ardiansyah.
Firman Nugraha mengalami luka parah pada bagian dada. Bahkan, pada dadanya terdapat bekas luka menyerupai bentuk pul sepatu yang cukup mengerikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hilmi langsung dipecat dari klubnya. Sedangkan Komite Disiplin PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi. PSSI Jatim menyebut tendangan brutal Hilmi Gimnastiar termasuk dalam kategori pelanggaran berat sesuai dengan Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10. Pasal 19 Kode Disiplin PSSI.
"Berdasarkan hasil putusan sidang Komdis PSSI Jawa Timur nomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026 menetapkan: Menghukum, Muh. Hilmi Gimnastiar (NPG 23) dari Klub Putra Jaya Pasuruan dengan membayar denda sebesar Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah)," tulis Putusan Komite Disiplin PSSI Jawa Timur.
Kemudian PSSI Jatim juga menjatuhkan hukuman kepada Hilmi berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.
"Menghukum, Muh. Hilmi Gimnastiar (NPG 23) dari Klub Putra Jaya Pasuruan dengan hukuman larangan beraktifitas sepak bola seumur hidup," tulis putusan itu.
Ketua Komdis PSSI Jatim, Makin Rachmat mengatakan pihaknya merasa prihatin atas insiden yang terjadi. Dia berharap hal serupa tidak terjadi lagi.
"Jangan sampai tragedi Jumadi Abdi terulang. Bagaimana Eri Erianto pemain legenda Persebaya juga meninggal saat bermain sepak bola," kata Rachmat.
Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan tim medis yang merespon cepat dan mengambil tindakan terhadap Firman yang terkapar setelah mendapatkan tendangan keras itu.
"Kami memberikan support luar biasa kepada panitia pelaksana yang cepat tanggap, gerak cepat memberikan pertolongan dan observasi untuk menghindari cidera lebih parah," pungkas Makin.
(alg/alg)











































