PS Putra Jaya Pasuruan memecat pemainnya Muhammad Hilmi Gimnastiar. Hilmi dipecat buntut aksi horornya menendang dada lawan di laga Liga 4.
Aksi itu dilakukan Hilmi dalam Babak 32 Besar Liga 4 Zona Jawa Timur di Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026). Hilmi diduga sengaja menendang dada pemain Perseta Tulungagung Firman Nugraha.
Karena aksi itu, Firman tersungkur di atas lapangan dan ditandu keluar lapangan. Firman mengalami luka di bagian dada dan beruntung tak harus memerlukan perawatan di rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pihak klub memilih tegas dengan melepas Hilmi. Selain telah mencoreng nama klub, aksi tersebut dinilai sudah terlalu di luar batas.
"Karena tindakannya yang tidak sesuai dengan dengan asas sepak bola, yaitu fair play dan menyalahi aturan koridor aturan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan," tulis pernyataan manajemen PS Putra Jaya Pasuruan, dilansir detikSepakbola, Selasa (6/1/2026).
"Kami selaku pengurus PS Putra Jaya juga meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami terutama khususnya kepada tim Perseta 1970."
Terancam Sanksi Seumur Hidup
Hilmi masih ditunggu sanksi lain. Komdis PSSI menyoroti pelanggaran berat Hilmi dan membuka kans hukuman larangan sepakbola seumur hidup.
"Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet. Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepakbola seumur hidup," tutur Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Umar Husin dalam keterangan tertulis yang dibagikan federasi, Selasa (6/1).
(aku/apu)











































