Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, mengaku sedih mengetahui Pelatih Persis Solo, Peter de Roo, tidak lagi bersama Laskar Sambernyawa. Sebab, mereka saling mengenal sebagai pelatih yang berasal dari Belanda.
Diketahui, selama membesut Laskar Sambernyawa, statistik De Roo tidaklah bagus. Dari 10 laga yang sudah dijalani, Persis hanya mampu meraup sebiji kemenangan.
Bahkan, 9 laga beruntun dilalui Persis tanpa kemenangan. Sho Yamamoto cs juga sudah kebobolan hingga 20 kali, dan hanya bisa menyarangkan 9 gol. Membuat Persis berada di urutan 17 alias zona degradasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gastel mengaku pernah mengundang Peter ke rumahnya dan membicarakan banyak hal. Namun terkait pekerjaan, semua memiliki risiko.
"Ketika kita dua pelatih Belanda, dan kita berada di kota yang cukup dekat, kita juga sempat berbicara dan dia sempat mengunjungi rumah saya ke Jogja. Kita makan malam, berbicara tentang sepakbola dan kehidupan masing-masing di karier sepakbola," kata Gastel saat konferensi pers di Stadion Manahan Solo, Jumat (7/11).
"Sayangnya dia dipecat sebelum pertandingan. Saya cukup sedih mendengar berita ini, karena setiap pelatih pasti bekerja keras untuk mendapatkan hasil dan memberikan banyak usaha dan energi untuk tim dan klub. Jika itu tidak bekerja sebagaimana mestinya pasti sedih. Karena saya tahu tahu pekerjaan seorang pelatih itu 24/7 (24 jam, 7 hari). Tapi itu bagian dari pekerjaan, Anda bisa dipecat," imbuhnya.
Gastel mengatakan, dirinya sempat diperkirakan menjadi pelatih pertama di Indonesia Super League yang akan dipecat. Sebab, saat pramusim tidak meraih kemenangan, bahkan pernah kalah telak.
Terakhir, Persis Solo dan PSIM Jogja bertemu di laga pramusim. Saat itu, Laskar Mataram kalah tipis 0-1 atas Laskar Sambernyawa.
"Bertemu di pramusim cukup penting bagi kami karena kita belajar tentang pemain, bagaimana pemain menunjukkan kemampuannya, siapa pemain terbaik sehingga saya bisa membentuk tim. Tapi banyak orang yang memprediksi saya bakal dipecat karena saat pramusim hasil kami tidak cukup baik. Tapi kita punya peluang, Persis bermain baik kala itu. Pramusim memang penting, tapi bagi saya hasil (skor) pramusim tidak begitu penting," ucapnya.
Persis Solo kemungkinan akan dipimpin oleh asisten pelatih Persis Solo, Titan Wulung Suryata, saat laga melawan PSIS. Laga bertajuk Derby Mataran antara Persis Solo melawan PSIM Jogja pada pekan ke-12 Indonesia Super League musim 2025/2026, akan digelar di Stadion Manahan Solo, pada Sabtu (8/11) pukul 19.00 WIB.
Gastel mengaku tidak ada persiapan khusus jelang laga derby tersebut. Dia akan melihat jalannya pertandingan untuk menentukan strategi selanjutnya.
"Kita selalu mempersiapkan pertandingan dengan cara yang sama. Pertandingan ini tidak ada bedanya dengan pertandingan lain," ucapnya.
Sementara itu, pemain PSIM Jogja, Rahmatsho Rahmatzoda, cukup optimis bisa meraih kemenangan di laga Derby Mataram besok.
"Persiapan kita sangat bagus, kita datang ke sini untuk mendapatkan poin," kata Rahmatsho.
(apu/ams)











































