Puan Maharani Minta Data Korban Tragedi Kanjuruhan Harus Akurat

Puan Maharani Minta Data Korban Tragedi Kanjuruhan Harus Akurat

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Minggu, 02 Okt 2022 11:38 WIB
Kunjungan kerja Ketua DPR RI Puan Maharani di Kota Solo, Minggu (2/10/2022).
Kunjungan kerja Ketua DPR RI Puan Maharani di Kota Solo, Minggu (2/10/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar identitas korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang didata secara akurat. Puan juga menyampaikan dukacita atas tragedi yang menyebabkan sejumlah suporter Arema FC dan dua anggota polisi itu meninggal dunia.

"Saya meminta untuk dicek jumlah korban jika wafat, dan korban luka-luka di rumah sakit itu harus segera diproses, data yang akurat, sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran," kata Puan saat kunjungan kerja di Kota Solo, Minggu (2/10/2022).

Terhadap data korban yang sudah pasti, Puan meminta agar keluarga korban segera dihubungi dan segera ditindaklanjuti.


"Saya berharap peristiwa itu bisa ditindaklanjuti, diselidiki apa penyebabnya sehingga menjadi akibat seperti itu," ujarnya.

"Ke depan masih akan ada pertandingan sepak bola di tempat lain. Jangan sampai terulang lagi saya minta untuk segera diusut ditindaklanjuti," imbuh Puan.

Puan juga mengimbau masyarakat, khususnya di Jawa Timur, agar tidak emosional mendengar berita seputar tragedi Kanjuruhan.

Terkait penghentian Liga 1, Puan masih menunggu laporan. "Saya belum mendapat laporan secara jelas, saya meminta ini ditindaklanjuti secara akurat untuk untuk mendapatkan laporannya," kata Puan.

Diberitakan sebelumnya, tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga Arema Malang Vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam. Kekalahan Arema dengan skor 2-3 itu membuat sejumlah suporter Aremania turun ke lapangan.

Dilansir detikSport, CNN Indonesia melaporkan bahwa Kadinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Widodo, mengungkapkan jumlah korban terbaru Tragedi Kanjuruhan kini mencapai 130 orang (sebelumnya 127 orang).

"Meninggal dunia terakhir 130 orang per pukul 08.32 WIB," jelas Wiyanto.

Wiyanto menjelaskan, kini beberapa suporter yang terluka sudah pulang ke rumah masing-masing. Namun tak sedikit, mereka harus dirujuk ke rumah sakit besar. Sementara para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.

"Ada 8 rumah sakit rujukan, besar kecil, puskesmas juga ada," tutupnya.

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud Md menekankan tragedi Kanjuruhan bukan bentrok antarsuporter. Mahfud menyebut suporter Persebaya tidak diperkenankan menonton di Kanjuruhan.

"Para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak napas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter," kata Mahfud Md, dikutip dari detikNews.



Simak Video "Melihat Langsung Penganugerahan Gelar Dr Hc untuk Puan dari PKNU Korsel"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)