Buntut Tragedi Kanjuruhan, Jokowi: Khusus Pada Kapolri, Usut Tuntas Kasus Ini

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Jokowi: Khusus Pada Kapolri, Usut Tuntas Kasus Ini

Tim detikNews - detikJateng
Minggu, 02 Okt 2022 11:04 WIB
Motorists commute outside Kanjuruhan stadium the morning after a football match between Arema FC and Persebaya Surabaya in Malang, East Java on October 2, 2022. - At least 127 people died at a football stadium in Indonesia when fans invaded the pitch and police responded with tear gas, triggering a stampede, authorities said on October 2. (Photo by PUTRI / AFP) (Photo by PUTRI/AFP via Getty Images)
Potret Terkini Stadion Kanjuruhan Usai Kerusuhan Maut Aremania. Foto: AFP via Getty Images/PUTRI
Solo -

Presiden Jokowi meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan investigasi atas tragedi Kanjuruhan, Malang. Jokowi pun menyampaikan dukacita atas tragedi yang menewaskan 129 orang itu (data terbaru dari Dinkes Kabupaten Malang sebanyak 130 orang).

"Khusus pada Kapolri saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," kata Jokowi, dalam jumpa pers, Minggu (2/10/2022), dikutip dari detikNews.

Jokowi juga memerintahkan Menpora dan Ketum PSSI melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait tragedi ini. Jokowi pun meminta Liga 1 dihentikan sementara.


"Saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, tragedi kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. Data terbaru, korban tewas bertambah dari sebelumnya 127 orang kini menjadi 130.

Dilansir detikSport, CNN Indonesia melaporkan bahwa Kadinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Widodo, mengungkapkan jumlah korban terbaru Tragedi Kanjuruhan kini mencapai 130 orang.

"Meninggal dunia terakhir 130 orang per pukul 08.32 WIB," jelas Wiyanto.

Wiyanto menjelaskan, kini beberapa suporter yang terluka sudah pulang ke rumah masing-masing. Namun tak sedikit, mereka harus dirujuk ke rumah sakit besar. Sementara para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.

"Ada 8 rumah sakit rujukan, besar kecil, puskesmas juga ada," tutupnya.

Penyebab Tewasnya para Korban

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan terjadi penumpukan dan para korban sesak napas karena kekurangan oksigen dalam tragedi tersebut.

"Terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas kekurangan oksigen," kata Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, saat memberikan keterangan di Mapolres Malang, demikian dilansir detikJatim, Minggu (2/10).

Nico menyebut karena suporter kecewa timnya kalah, mereka lalu turun ke tengah lapangan dan berusaha mencari para pemain dan ofisial untuk melampiaskan kekecewaannya.

"Oleh karena pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan mengincar para pemain," ucapnya.



Simak Video "Jokowi Akan Serahkan Santunan ke Korban Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)