Nastar merupakan salah satu kue kering yang tidak pernah luput saat acara perayaan besar, seperti Idul Fitri. Rasanya yang manis dan teksurnya yang lembut membuat kue ini sering menjadi andalan menjamu tamu.
Tidak sedikit orang yang memilih membuat nastar secara mandiri di rumah karena caranya yang cukup mudah. Namun, meskipun terlihat sederhana, banyak juga dari mereka yang sering mendapatkan adonan nastar yang pecah saat dipanggang. Akibatnya, nastar tidak bisa dijadikan sajian.
Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Dan bagaimanakah cara mengatasinya yang benar? Yuk, simak jawabannya dalam artikel ini, pas bagi kamu yang ingin membuat kue nastar sendiri di rumah!
Baca juga: 12 Resep Nastar yang Lembut, Enak, dan Shiny |
Penyebab Adonan Nastar Bisa Pecah saat Dipanggang
Adonan nastar yang pecah bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kesalahan dalam teknik pembuatannya. Disadur dari buku Rahasia Antigagal Membuat Aneka Kue Populer oleh Nunung dan buku Kue Kering Gaya Baru Nastar oleh Lanny Soechan, berikut penyebab adonan nastar bisa pecah.
1. Adonan Terlalu Lembek
Penyebab pertama adonan nastar pecah saat dipanggang adalah adonan kulitnya yang terlalu lembek. Hal ini biasanya disebabkan oleh penggunaan mentega atau margarin yang berlebihan sehingga adonan kulit nastar menjadi tidak sempurna. Akibatnya, adonan akan melebar dan pecah.
2. Isian Selai Nanas Terlalu Lembek
Selain adonan yang terlalu lembek, selai nanas sebagai isian nastar juga menjadi penyebab utama nastar pecah saat dipanggang. Selai nanas yang terlalu lembek mengandung kadar air yang tinggi. Akibatnya, air tersebut akan menguap dan menyebabkan adonan nastar pecah.
3. Isian Selai Terlalu Banyak
Isian selai nanas saat membuat nanas juga perlu diperhatikan. Jika isian selai terlalu banyak dibandingkan adonan kulitnya, maka kemungkinan selai tersebut akan mengembang berlebihan dan membuat nastar pecah.
4. Suhu Oven Terlalu Tinggi
Suhu oven yang terlalu tinggi juga akan membuat bagian adonan luar nastar menjadi pecah. Suhu tinggi tersebut akan mendorong udara di dalam nastar keluar dan menyebabkan adonan kulit yang dipanggang pecah.
5. Proses Pembentukan yang Kurang Tepat
Terakhir, adonan nastar yang pecah juga disebabkan oleh proses pembentukan yang kurang tepat. Adonan yang tidak dibentuk dengan rapat akan mudah pecah saat dipanggang karena terdapat celah bagi suhu udara panas masuk.
Selain itu, adonan yang dibentuk terlalu keras dan terlalu lama dipegang tangan juga menyebabkan mentega dalam adonan meleleh dan adonan menjadi berminyak. Akibatnya, adonan menjadi lembek dan mudah pecah.
Cara Mengatasi Adonan Nastar agar Tidak Pecah
Sebagian besar masalah adonan nastar pecah tersebut bisa diatasi dengan memperhatikan beberapa cara, baik dalam teknik atau bahannya. Dihimpun dari buku Serba-serbi Baking oleh Rinadedik, buku 100 Resep Kue Kering Klasik: Populer Indonesia oleh Dapur Anissa, dan buku Serba-serbi Kue Kering oleh Rumah Bermain Boga Ibu Profesional Asia, berikut langkah-langkah untuk mengatasi adonan nastar yang pecah.
1. Pastikan Selai Nanas Benar-benar Kental atau Kering
Untuk menghindari adonan nastar yang pecah ketika dipanggang, pastikan selai nanas yang dimasak dan dijadikan isian benar-benar sudah kental atau bahkan mengering. Namun, perlu diperhatikan pula untuk jangan memasak selai terlalu kering agar tidak menghasilkan isian nastar yang keras.
2. Masukkan Selai dan Adonan ke Dalam Kulkas
Jika selai nanas atau adonan nastar terlalu lembek, maka segera masukkan ke dalam kulkas selama 25 menit atau sesuai kebutuhan. Hal ini bertujuan agar kandungan air atau minyak berkurang. Dengan begitu, selai dan adonan lebih mudah dibentuk dan mengurangi kemungkinan pecah.
3. Kocok Mentega dan Margarin Sampai Tercampur Rata
Hal lain yang perlu diperhatikan saat membuat adonan nastar adalah saat mengocok mentega dan margarin. Pastikan untuk mengocok kedua bahan tersebut sampai tercampur rata saja dan jangan sampai mengembang. Cara ini bertujuan agar adonan nastar tidak pecah atau melebar saat dipanggang.
4. Hindari Menguleni atau Membentuk Adonan dengan Telapak Tangan
Telapak tangan merupakan bagian tubuh yang mampu menghantarkan panas, termasuk ke adonan nastar sekali pun. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan telapak tangan saat menguleni atau membentuk adonan nastar. Gunakan spatula atau sendok kayu saja.
5. Sesuaikan Proporsi Isi Nastar dengan Adonan
Selanjutnya, sesuaikan proporsi isian selai dengan proporsi adonan kulitnya dengan tepat. Isi adonan nastar dengan perbandingan yang lebih kecil. Cara ini berfungsi agar adonan tidak keluar saat dipanggang.
6. Panggang Nastar dengan Suhu yang Tepat
Saat proses pemanggangan, pastikan suhu oven sudah diatur pada suhu yang tepat. Jangan terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Sebaiknya panggang nastar di dalam oven bersuhu 160-175 derajat Celsius.
7. Perhatikan Proses Mencampur Bahan Adonan
Dalam proses mencampur bahan adonan, pastikan untuk tidak mencampur gula halus, telur, mentega, dan margarin terlalu lama. Sebaiknya campur bahan tersebut selama satu hingga dua menit.
Selain itu, hindari mencampur bahan, seperti tepung terigu, maizena, dan susu dengan mixer. Cukup campurkan ke dalam adonan lain sambil diaduk rata menggunakan spatula. Jika bahan yang digunakan berupa gula biasa, maka sebaiknya haluskan terlebih dahulu dengan blender.
8. Bentuk Adonan dengan Rapat dan Rapi
Cara terakhir untuk memastikan adonan nastar tidak pecah adalah membentuknya dengan rapat. Pastikan juga untuk selalu membulatkan atau memulung selai nanas saat membentuk adonan nastar agar lebih rapi.
Nah, itulah sejumlah penyebab adonan nastar pecah dan cara mengatasinya yang bisa detikers ikuti. Semoga berguna, ya!
Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Resep Kue Sagu dengan Macadamia"
(sto/apl)