Pedas Gurih Ikan GT Tumis Cabai Hijau di Pantai Ngrenehan Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Selasa, 02 Agu 2022 18:40 WIB
Olahan ikan GT tumis cabai hijau di Pantai Ngrenehan, Gunungkidul, Selasa (2/8/2022).
Olahan ikan GT tumis cabai hijau di Pantai Ngrenehan, Gunungkidul, Selasa (2/8/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Gunungkidul -

Tidak hanya terkenal akan keindahan pantainya, Kabupaten Gunungkidul memiliki beragam kuliner laut atau seafood yang layak untuk dicoba. Salah satunya olahan ikan giant trevally (GT) atau ikan kuwe gerong.

Di Pantai Ngrenehan, ikan GT kerap diolah menjadi GT tumis cabai hijau, seperti apa rasanya?

detikJateng berkesempatan menjajal GT tumis cabai hijau di Pantai Ngrenehan. Pada umumnya, pengunjung bisa lebih dulu memilih ukuran ikan GT yang akan diolah. Selanjutnya, oleh pemilik warung makan seafood setempat, ikan dibersihkan jeroannya dan dipotong-potong agak kecil atau berbentuk dadu. Setelah itu, potongan ikan GT digoreng hingga garing dengan pengapian dari kayu bakar.


Usai ditiriskan, ikan tersebut langsung ditumis dengan bumbu yang didominasi cabai hijau. Setelah matang, GT tumis cabai hijau dihidangkan bersama nasi putih, lalapan, hingga sambal mentah.

Sajian ikan GT ini memiliki tekstur garing di luar namun lembut di dalam. GT tumis cabai hijau ini didominasi rasa pedas dan gurih yang sangat pas dikombinasikan dengan nasi putih.

Pemilik warung makan seafood, Karsilah (39), sudah 16 tahun berjualan aneka olahan seafood di Pantai Ngrenehan. Warga Pedukuhan Kanigoro, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul ini menyebut GT tumis cabai hijau menjadi menu primadona pilihan pengunjung.

"Biasanya yang banyak dipesan itu seafood yang ditumis. Kalau ikan GT kebanyakan yang pesan itu GT tumis cabai hijau," kata Karsilah saat ditemui di Pantai Ngrenehan, Selasa (2/8/2022).

Proses pengolahan ikan giant trevally (GT) atau ikan kuwe gerong menjadi GT Tumis Cabai Hijau di Pantai Ngrenehan, Gunungkidul, Selasa (2/8/2022).Proses pengolahan ikan giant trevally (GT) atau ikan kuwe gerong menjadi GT Tumis Cabai Hijau di Pantai Ngrenehan, Gunungkidul, Selasa (2/8/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Ikan Segar-Bumbu Tradisional

Karsilah mengaku mengolah ikan GT cukup mudah. Menurutnya yang terpenting ikan GT dalam keadaan segar karena akan memengaruhi rasa.

"Ikannya digoreng dulu baru ditumis. Untuk bumbu tumis cabai hijau itu bawang merah, bawang putih cabai kriting, cabai rawit, lengkuas, jahe, kunyit, kunir, serai, daun jeruk, gula, garam dan penyedap rasa," ujarnya.

Harga Olahan Kuliner Laut

Harga olahan ikan GT sekitar Rp 100 ribu per kilogram. Biaya tersebut sudah termasuk jasa memasak dan pengunjung bisa meminta ikan untuk diolah sesuai selera masing-masing.

"Kalau seperti ikan GT mahal, ikan GT itu Rp 100 ribu per kilogramnya. Tapi harga segitu itu sudah sampai matang dan mau diolah apapun bisa, tinggal bilang saja," jelasnya.

Olahan ikan giant trevally (GT) atau ikan kuwe gerong tumis cabai hijau di Pantai Ngrenehan, Gunungkidul, Selasa (2/8/2022).Olahan ikan giant trevally (GT) atau ikan kuwe gerong tumis cabai hijau di Pantai Ngrenehan, Gunungkidul, Selasa (2/8/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Namun biaya itu belum termasuk nasi, lalapan, sambal dan minuman. Menurutnya untuk paket nasi satu wadah, lalapan, dan sambal dipatok Rp 25 ribu.

"Kalau harga menu lainnya, ikan campur-campur itu per kilogram Rp 50 ribu dan sama juga bebas minta dimasak apa saja. Untuk lobster Rp 250 ribu per kilogram, kalau pas tidak musim lobster ya bisa sampai Rp 450 ribu per kilogram, dan harga itu sudah sama masaknya juga," katanya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...