Soal Seragam SMAN 1 Wates Berujung Laporan Polisi, Wali Murid Buka Opsi Mediasi

Soal Seragam SMAN 1 Wates Berujung Laporan Polisi, Wali Murid Buka Opsi Mediasi

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Selasa, 04 Okt 2022 16:06 WIB
Wali murid SMAN 1 Wates, Kulon Progo, Agung Purnomo, Selasa (4/10/2022).
Wali murid SMAN 1 Wates, Kulon Progo, Agung Purnomo, Selasa (4/10/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng
Kulon Progo -

Pengadaan seragam siswa SMAN 1 Wates, Kulon Progo, berujung pelaporan ke polisi. Para pihak terkait menyatakan siap berdamai dengan sejumlah syarat.

"Saya masih memberikan peluang untuk mediasi, menyelesaikan secara baik-baik. Tetapi tentu bukan di luar koridor aturan," kata salah satu wali murid, Agung Purnomo, yang melaporkan pihak SMAN 1 Wates dan Satpol PP Kulon Progo ke polisi, kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).

Agung menyatakan siap berdamai dan mencabut laporan dugaan penyekapan dan intimidasi oleh SMAN 1 Wates dan oknum petugas Satpol PP Kulon Progo yang telah dilayangkannya kepada Polda DIY. Untuk diketahui, dalam laporannya ke Polda DIY, Agung mencantumkan terlapor ada tiga pihak yakni Kepala SMAN 1 Wates, Kabid Trantibhum Satpol PP Kulon Progo, dan Kasatpol PP Kulon Progo.


Hanya saja lanjut Agung, pihak terlapor harus punya komitmen untuk menuntaskan polemik ini secara adil. Ia tidak mau jika nantinya ada mediasi ulang dilakukan di tempat yang tidak netral. Selain itu jangan hanya dirinya yang diundang, melainkan juga perwakilan wali murid lain.

"Saya siap cabut laporan, tapi lihat situasi semacam ini jadi sulit karena mereka membantah tuduhan, seperti misalnya penunjukan lokasi Satpol PP yang disebut netral. Lalu musyawarah kok kenapa ngundangnya begitu. Kenapa cuma saya sendiri, kenapa tidak dengan wali murid lain," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala SMAN 1 Wates Aris Suwasana menyatakan siap menempuh upaya mediasi alih-alih meneruskan kasus ini di jalur hukum. Akan tetapi, pihaknya ingin agar mediasi ini mengedepankan logika yang jernih, bukan asal tuduh.

Kepala SMAN 1 Wates, Kulon Progo, Aris Suwasana, Selasa (4/10/2022).Kepala SMAN 1 Wates, Kulon Progo, Aris Suwasana, Selasa (4/10/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

"Saya melihat diskusinya seperti apa dulu. Jadi kalau diskusinya sama dengan awal yang mereka itu menuduh korupsi saya tidak mau. Karena uang itu barus proses dan pembayaran itu belum selesai. Yang dibayarkan katanya Paguyuban Orang Tua (POT) baru 50 persen. Tapi kalau niat bareng-bareng baik demi pembelajaran siswa saya oke-oke saja," ujar Aris secara terpisah.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...