Sederet Pertanyaan Mahasiswa Fisipol UGM ke Dosen Prilly Latuconsina

Sederet Pertanyaan Mahasiswa Fisipol UGM ke Dosen Prilly Latuconsina

Tim detikEdu - detikJateng
Sabtu, 01 Okt 2022 08:29 WIB
Prilly Latuconsina
Prilly Latuconsina. (Foto: Instagram @prillylatuconsina96)
Solo -

Momen Prilly menjadi dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM (Fisipol UGM) menarik minat mahasiswa untuk menyampaikan sejumlah pertanyaan. Apa saja pertanyaannya?

Salah satu pertanyaan mahasiswa yakni soal tanggung jawab public figure untuk merespons isu yang tengah merebak. Selanjutnya soal persona ganda tokoh publik di media sosial, respons selebritas akan layanan Over-The Top (OTT) dan risikonya, hingga fenomena selebritas yang dapat moncer dalam waktu singkat di industri film Indonesia.

Tanggung Jawab Selebritas dalam Merespons Isu

Salah satu mahasiswa di kelas Prilly mempertanyakan tanggung jawab selebritas untuk merespons isu yang tengah berkembang di tengah masyarakat, terutama yang berkenaan dengan citranya di muka publik.


Mahasiswa mengangkat kasus tentang anggota band Twenty One Pilots yang sempat dianggap fans tidak menggunakan platformnya untuk merespons isu penting seperti Black Lives Matter.

Saat itu, personel Twenty One Pilots semula memberi penjelasan dirinya tengah mendahulukan kesehatan mentalnya sehingga tidak fokus pada isu tersebut. Twenty One Pilots sendiri dikenal sebagai band yang vokal akan pentingnya kesehatan mental.

"Tidak mendukung atau apa, tidak memberikan statement. 'Kenapa kamu nggak ngomong, padahal kamu punya influence.' Jadi mempertanyakan, selebritas itu punya tanggung jawab untuk merespons atau tuntutan fans yang merasa membuat mereka terkenal?" tanya mahasiswa tersebut pada Prilly.

Pada isu tersebut, personel Twenty One Pilots Tyler Joseph lalu membuat klarifikasi terkait isu kesehatan mental yang jadi fokus mereka, pentingnya isu hak asasi manusia seperti Black Lives Matter (BLM), meminta maaf jika cuitannya menyakiti orang, dan mengepos tautan untuk mendukung isu BLM seperti permintaan penggemarnya.

Prilly menuturkan, pada konteks kampanye sosial, aset digital tokoh publik pada dasarnya sangat bisa dimanfaatkan untuk menyuarakan isu sosial. Sebab, kampanye sosial yang disampaikan ke followers si tokoh bisa diketahui dan dilaksanakan para audience.

"Malah, harus dimanfaatkan ke isu-isu sosial. Jadi, yang followers-nya banyak nggak boleh males berkontribusi ke isu-isu sosial, karena penting banget," tuturnya.



Simak Video "Prilly Latuconsina Jadi Dosen Praktisi di UGM"
[Gambas:Video 20detik]