ORI DIY Ungkap Potensi Jual Beli Bangku Kosong SMP Negeri

ORI DIY Ungkap Potensi Jual Beli Bangku Kosong SMP Negeri

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Selasa, 27 Sep 2022 12:45 WIB
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Foto: Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Sleman -

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan ada pengurangan rombongan belajar (rombel) di SMP Kabupaten Bantul saat PPDB 2022. Akibatnya, ORI mencatat ada 270 anak yang kehilangan hak untuk belajar di sekolah negeri.

"Khususnya di SMP ada pengurangan rombel, siswa dalam rombel. Setidaknya ada 270 anak yang kehilangan haknya untuk berkesempatan bersekolah di sekolah negeri di Bantul," kata Asisten Pencegahan ORI DIY, Chasidin, kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

ORI, menurut Chasidin, sudah sempat menanyakan pengurangan rombel ini ke dinas terkait. Alasan dari dinas, pengurangan kuota ini demi mengakomodir kuota siswa di sekolah swasta.


"Ini merupakan kebijakan dari Kadisdik (Bantul) waktu kita tanya, dengan alasan mereka untuk mengakomodir kebutuhan kuota di swasta. Tetapi agak aneh kalau untuk mengakomodir kebutuhan di swasta," ujarnya.

Sementara itu Kepala ORI Perwakilan DIY Budhi Masturi menambahkan pengosongan bangku di sekolah ini berpotensi untuk diperjualbelikan di semester selanjutnya. Sebab, siswa dapat pindah setelah satu semester atau setelah menerima rapor.

"Bangku-bangku yang tidak terisi karena dikosongkan, kalau tidak dipantau, tidak dikawal, berpotensi untuk diperjualbelikan pada saat nanti satu semester, karena siswa boleh pindah setelah dapat rapor di semester 1," kata Budhi.

ORI, lanjut Budhi, akan terus memantau bangku sekolah yang dikosongkan di SMP Negeri di Bantul.

"Kita akan lihat, Bantul ada 270 bangku SMP negeri kosong, kita lihat akan diisi atau tidak di semester 2. Diisinya dengan jalur apa, ini potensial sekali untuk disalahgunakan," tegasnya.



Simak Video "Kafe Tak Berizin di Babarsari Disegel, Sempat Terjadi Perlawanan"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)