Beredar Kabar Anak Difabel di Bantul Diperkosa, ORI DIY Turun Tangan

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Sabtu, 24 Sep 2022 21:04 WIB
ilustrasi Perkosaan
Ilustrasi. Foto: Dok.Detikcom
Bantul -

Beredar kabar di media sosial tentang seorang anak perempuan yang menyandang disabilitas di Kabupaten Bantul, DIY, diduga menjadi korban perkosaan oleh tetangganya kemarin, Jumat (23/9). Kepala Perwakilan Ombudsman RI (ORI) DIY Budhi Mashturi mengonfirmasi kabar tersebut.

"(Anak) Perempuan difabel diperkosa orang bisu, polisi menunda penanganan dengan alasan alat visumnya baru ada Senin," kata Budhi dalam suatu percakapan di grup WhatsApp, Sabtu (24/9/2022) malam. detikJateng sudah diizinkan untuk mengutip pernyataan Budhi Mashturi tersebut.

Untuk diketahui, kabar tentang perkosaan itu diunggah di Twitter pada Sabtu (24/9) sore. Dalam tangkapan layar yang diunggah salah satu akun Twitter di Jogja itu terlihat ada seorang ibu asal Bantul yang meminta bantuan doa untuk anak perempuannya.


Sebab, anak yang sekolah di SLB karena idiot itu menjadi korban perkosaan oleh seorang pria yang merupakan tetangganya. Dalam postingan itu, ibu tersebut menceritakan putrinya sudah menjalani pemeriksaan visum luar di Polsek Sewon, Bantul, DIY.

Namun, karena dokter dan alat pemeriksaannya baru ada di RS pada Senin (26/9) pekan depan, maka visum bagian dalam anak itu diundur. Ibu anak tersebut kemudian menyatakan kekhawatirannya jika visum diundur maka bukti perkosaannya akan hilang.

Dalam postingan itu juga tampak foto ibu itu sedang menemani putrinya yang berbaring di ranjang, dengan keterangan "...mendampingi (nama korban) mau divisum luar sama Polisi Polsek Sewon Bantul."

Menanggapi postingan itu, Budhi Mashturi mengatakan tim ORI DIY sudah menghubungi petugas Itwasda Polda (LO ORI DIY). "Sore ini Tim ORI DIY secara proaktif telah menghubungi petugas Itwasda Polda (LO ORI DIY) untuk memberikan atensi dan langkah tindaklanjut. Kita menunggu respons," tulis Budhi dalam grup WhatsApp.

Saat dihubungi detikJateng, Sabtu (24/9) malam, Budhi mengaku upaya konfirmasinya ke Polres Bantul sudah mendapat respons.

Melalui WhatsApp, Budhi meneruskan jawaban dari pihak Polres Bantul yang menyatakan bahwa PPA Polres Bantul sudah membawa korban dan orang tua korban ke RS untuk dilakukan pemeriksaan awal kembali. Namun, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa proses pendalaman tetap dilakukan pada hari Senin (26/9).

Budhi menyatakan, kepolisian dalam hal ini sudah melakukan upaya pelayanan namun terkendala karena ketiadaan dokter spesialis yang bertugas di hari Jumat.

"Masalahnya apa tidak ada 'diskresi' Rumah Sakit untuk mendatangkan dokter spesialis di rumah sakit pada hari Sabtu atau Minggu? Menurut saya, penyidik kepolisian seharusnya lebih responsif, karena penundaan visum berpotensi menghilangkan jejak kejahatan di tubuh korban," kata Budhi kepada detikJateng.



Simak Video "Kafe Tak Berizin di Babarsari Disegel, Sempat Terjadi Perlawanan"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)