Merti Pasar, Upaya Bangkitkan Pamor Pasar Tradisional di Kulon Progo

Merti Pasar, Upaya Bangkitkan Pamor Pasar Tradisional di Kulon Progo

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Selasa, 13 Sep 2022 15:41 WIB
Suasana Merti Pasar di Pasar Bendungan, Wates, Kulon Progo, Selasa (13/9/2022).
Suasana Merti Pasar di Pasar Bendungan, Wates, Kulon Progo, Selasa (13/9/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng
Kulon Progo -

Demi membangkitkan eksistensi pasar tradisional di tengah menjamurnya pusat perbelanjaan baru, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan acara Merti Pasar. Apa itu Merti Pasar?

Merti merupakan kata dari Bahasa Sanskerta yang berarti 'merawat'. Penggunaan kata ini biasanya untuk kegiatan seperti Merti Dusun atau Merti Desa. Di Kulon Progo, merti atau merawat juga berlaku hingga ke lingkungan pasar tradisional.

Merti Pasar diselenggarakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Kulon Progo. Total ada 10 pasar di Kulon Progo yang menjadi sasaran kegiatan ini, dari Pasar Jombokan, Pasar Bendungan, Pasar Wates, hingga Pasar Sentolo Baru.


Melalui kegiatan ini, Pemkab ingin menggaet masyarakat, khususnya generasi muda, agar mau berbelanja di pasar tradisional.

"Acara Merti Pasar Daerah tahun 2022 ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian agar pasar daerah atau pasar tradisional bisa kembali menjadi tempat tujuan berbelanja masyarakat," ucap Kepala Disperindag Kulon Progo, Sudarna di Pasar Bendungan, Wates, Selasa (13/9/2022).

Suasana Merti Pasar di Pasar Bendungan, Wates, Kulon Progo, Selasa (13/9/2022).Suasana Merti Pasar di Pasar Bendungan, Wates, Kulon Progo, Selasa (13/9/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara / detikJateng

"Kita menyadari perkembangan terakhir ini dengan munculnya jenis-jenis pusat perdagangan baru, keberadaan pasar tradisional atau pasar daerah ini mendapatkan suatu kompetitor yang signifikan lah mempengaruhi," imbuhnya.

Sudarna menjelaskan, Merti pasar adalah upaya merawat, menjaga, sekaligus untuk meningkatkan interaksi sosial ekonomi masyarakat di pasar.

"Jadi merawat itu dari banyak dimensi," jelasnya.

Dalam Merti Pasar ini ada berbagai macam hadiah yang bisa diperoleh masyarakat jika mau berbelanja di pasar. Total hadiahnya mencapai Rp 50 juta, yang diwujudkan dalam beraneka barang seperti kulkas hingga sepeda motor.

"Hadiah itu bisa diperoleh dengan cara berbelanja di pedagang-pedagang. Setiap kelipatan Rp 10 ribu mendapatkan kupon. Boks sudah kita siapkan. Pada tanggal 28 Oktober penutupan (Merti Pasar) di Pasar Sentolo baru akan dilakukan undian di sana," kata Sudarna.

Salah satu pengunjung Pasar Bendungan, Susiati, senang dengan adanya Merti Pasar karena bisa menyaksikan demo masak.

"Tadi beli oleh-oleh, lalu lihat demo masak untuk menambah pengetahuan, bisa dipraktikkan di rumah," ucapnya.

Susi mengaku gemar berbelanja di pasar tradisional karena harganya lebih murah dibandingkan dengan pasar-pasar modern. Dia berharap Merti Pasar bisa terus digencarkan agar masyarakat lebih tertarik berbelanja di pasar tradisional.

"Semoga ke depannya bisa ditingkatkan ya," imbuhnya.



Simak Video "Bobol Konter Seluler di Kulon Progo, Pelaku Diburu Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/rih)