Dibebastugaskan gegara Kasus Hijab, Kepala SMAN 1 Banguntapan: Dinas Bapak Kami

Heri Susanto - detikJateng
Rabu, 10 Agu 2022 15:34 WIB
Yogyakarta -

Kepala SMAN 1 Banguntapan Agung Istiyanto dibebastugaskan terkait kasus hijab siswi. Saat ini Agung menyerahkan nasibnya ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Diwawancarai wartawan usai konferensi pers kesepakatan damai atau rekonsiliasi antara pihak sekolah dengan orang tua siswi, Kepala SMAN 1 Banguntapan Agung Istiyanto mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Disdikpora DIY. Diketahui, saat ini Disdikpora masih melakukan proses pemeriksaan terkait disiplin pegawai.

"Kalau itu (proses disiplin) kami serahkan, Dinas kan bapak kami," kata Agung saat ditanya wartawan soal proses disiplin pegawai, di Kantor Disdikpora DIY, Rabu (10/8/2022).


Ia menyebut langkah Disdikpora saat ini adalah yang terbaik untuknya dan tiga guru SMAN 1 Banguntapan yang juga dibebastugaskan.

"Kami percaya sama Dinas, yang terbaik buat kami," jelasnya.

Sedangkan terkait adanya kesepakatan damai ini, Agung berharap bisa membawa ketenangan bagi seluruh warga SMAN 1 Banguntapan. Terutama menyangkut kegiatan belajar mengajar.

"(Agar) Anaknya tenang belajar, bapak ibu gurunya tenang belajar, hanya itu saja," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan, Disdikpora DIY menerbitkan keputusan pembebasan sementara Kepala SMAN 1 Banguntapan dan tiga guru yang terlibat kasus hijab siswi pada 4 Agustus lalu. Keputusan itu agar proses pemeriksaan bisa berjalan lancar dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Banguntapan.

"Dari pemeriksaan tersebut, pada 4 Agustus diterbitkan keputusan pembebasan sementara dari kepsek dan guru untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan. Dan yang bersangkutan bisa konsentrasi melakukan pemeriksaan tersebut. Pembebasan sementara untuk menjaga kegiatan belajar mengajar di sekolah berjalan dengan baik karena yang bersangkutan wira-wiri melakukan pemeriksaan," jelas Didik saat jumpa pers bersama orang tua siswi dan perwakilan sekolah di Kantor Disdikpora DIY, Rabu (10/8).

Kemudian terkait hukuman disiplin pegawai, kata Didik, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang mempelajari dan memutuskan.

"Terkait hukuman disiplin tentunya Satgas Pembinaan Disiplin Aparatur Sipil Negara di BKD akan mempelajari dan merekomendasikan hukuman sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

(rih/apl)