Kasus Hijab SMAN 1 Banguntapan, Sultan: Tim Putuskan Rekonsiliasi

Heri Susanto - detikJateng
Selasa, 09 Agu 2022 16:57 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Rapat Paripurna Istimewa Paparan Visi dan Misi Gubernur dan Wagub DIY Masa Jabatan 2022-2027 di kantor DPRD DIY, Senin (8/8/2022).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (8/8/2022). (Foto: dok Humas Pemda DIY)
Yogyakarta -

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengungkap keputusan tim dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY terkait kasus hijab siswi SMAN 1 Banguntapan. Sultan menyebut keputusan tim adalah adanya rekonsiliasi antara pihak yang terlibat.

"Keputusannya dari tim adalah bagaimana terjadi rekonsiliasi ya dan mereka sudah melakukan pendekatan. Hanya (belum terealisasi) karena orang tuanya kerja di Jakarta sehingga belum bisa untuk datang ke Jogja. Karena harus minta izin atasannya kan kira-kira gitu," kata Sultan usai Rapat Paripurna Dalam Rangka Penetapan Gubernur dan Wagub DIY di Kantor DPRD DIY, Selasa (9/8/2022).

Sementara itu Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan, proses rekonsiliasi akan dilakukan dengan segera. Proses ini melibatkan sekolah, guru, orang tua, dan siswa.


"Rekonsiliasi antara sekolah, guru, dan orang tua, mudah-mudahan dengan siswanya juga kalau sudah memungkinkan secepatnya. Difasilitasi Pemda DIY, Disdikpora dan DP3AP2 (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk)," kata Didik ditemui terpisah.

Didik mengatakan proses rekonsiliasi ini dilakukan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

"Kalau masalah rekonsiliasi itu kesadaran dari masing-masing. Bahwa kalau dilakukan itu keliru, ya mungkin saling bermaafan lebih bagus. Masyarakat lebih ayem," katanya.

Setelah proses rekonsiliasi, kata Didik, harapannya semua pihak bisa menyadari kesalahan terhadap pemahaman aturan di sekolah.

"Harapan rekonsiliasi kasus ini bisa redam. Semua pihak bisa menyadari bahwa ini adalah semacam satu kesalahan pemahaman terhadap aturan. Bagi kami bagaimana membina di sekolah memperbaiki sistem di sekolah," jelasnya.

Sedangkan mengenai si anak, kata Didik, saat ini di data masih bersekolah di SMAN 1 Banguntapan. Tapi untuk memberikan kenyamanan, Disdikpora memang membebaskan si anak jika ingin memilih sekolah lain.

"Sebenarnya di data tetap di sana. Untuk kenyamanan kita berikan kebebasan. Status masih di SMAN 1 Banguntapan. Kita memperbaiki sistem agar tetap sekolah di situ. Bukan berarti anak tersebut dipindahkan," jelasnya.

Begitu pun dengan kondisi anak, Didik mengaku mendapatkan laporan si anak sudah berinteraksi dengan rekan-rekannya melalui aplikasi pesan.

"Kondisi anak masih di rumah. Belum masuk sekolah. Kalau nanti sudah aktif, kalau daring pun kita upayakan. Kalau interaksi dengan teman-teman sudah," katanya.



Simak Video "Akhir Damai Kasus Jilbab di SMAN 1 Banguntapan"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)